JAKARTA- Upaya Pemerintah Provinsi Bali mengintegrasikan pelestarian budaya ke dalam kebijakan pembangunan kembali mendapat pengakuan nasional.
Pada ajang Apresiasi Berita Satu 2025 yang digelar B-UNIVERSE di Jakarta, Kamis, 20 November 2025, Provinsi Bali dianugerahi penghargaan Cultural & Tourism Advancement, sebuah kategori yang menilai keberhasilan daerah dalam menjaga identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi pariwisata.
Penghargaan tersebut diterima Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Gede Arya Sugiartha, mewakili Gubernur Bali Wayan Koster.
Baca Juga: Cuaca Bali Didominasi Hujan Petir, Beberapa Wilayah Mengalami Hujan Sedang dan Ringan Bali dinilai konsisten menjalankan program pelestarian adat, seni, dan tradisi sebagai fondasi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
B-UNIVERSE menekankan pentingnya peran media dan pemerintah daerah dalam memperluas promosi budaya ke tingkat nasional dan global.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai penghargaan tersebut menjadi cerminan kemampuan daerah merespons tantangan pembangunan.
Menurut Tito, inovasi daerah bukan hanya soal teknologi atau layanan publik, tetapi juga kemampuan menjaga identitas lokal sebagai modal sosial.
"Kepala daerah yang sudah berinovasi dan berkreasi kami beri penghargaan. Yang belum, saya harap ini memacu mereka bekerja lebih keras," ujar Tito. Ia menegaskan pemerintah pusat siap memberi reward bagi daerah yang menunjukkan kemajuan serta teguran bagi yang stagnan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyampaikan apresiasi serupa.
Ia menilai keberhasilan Bali menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan selaras dengan penguatan budaya dan kreativitas daerah.
Penghargaan Apresiasi Berita Satu 2025 juga menempatkan Bali dalam deretan provinsi yang dinilai menginspirasi di bidang kebudayaan, bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Sumatera Utara.
Pencapaian ini mempertegas posisi Bali sebagai daerah yang mampu mengelola warisan budaya tidak hanya sebagai aset sejarah, tetapi juga sebagai motor inovasi dan daya saing pariwisata Indonesia.*