MEDAN, – Keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Sumatera Utara kini menjadi faktor penting mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke mobil listrik.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor saat melakukan simulasi pengisian daya listrik di SPKLU Kantor PLN UID Sumut, Rabu (19/11).
"Keberadaan SPKLU di berbagai wilayah Sumut menjadi faktor penting yang dapat mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik," ujar Afriansyah.
Baca Juga: Operasi Zebra Toba 2025 Hari Kedua: Edukasi Meningkat, Penindakan Tetap Humanis Menurutnya, sebelumnya banyak warga masih ragu lantaran khawatir kesulitan mencari lokasi pengisian daya.
Afriansyah menekankan sejumlah keuntungan mobil listrik, antara lain hemat biaya operasional, perawatan sederhana, dan membantu mengurangi polusi udara.
"Saya mengajak masyarakat mencoba kendaraan listrik yang aman, hemat, dan kini didukung infrastruktur yang memadai," katanya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir menyebut, PLN telah menyiapkan 76 unit SPKLU di 57 lokasi strategis, mulai dari pusat kota, kawasan wisata, hingga jalur tol dan lintas utama Sumatera.
Penyediaan fasilitas ini diharapkan memberi kenyamanan dan keamanan bagi pengguna kendaraan listrik, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.
"Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mengedukasi publik tentang manfaat kendaraan listrik, mulai dari efisiensi energi, pengurangan emisi, hingga kontribusi pada target nasional Net Zero Emission 2060," jelas Mundhakir.
Ia menambahkan, ekosistem kendaraan listrik merupakan bagian dari transformasi energi bersih, di mana PLN berperan sebagai katalis perubahan menuju masa depan hijau.
Afriansyah juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan digital kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile untuk mempermudah akses layanan dan informasi terkait kendaraan listrik.*
(an/dh)