DENPASAR — Polda Bali resmi membuka Operasi Zebra Agung 2025 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap disiplin berlalu lintas.
Kegiatan yang berlangsung di halaman depan Polda Bali, Senin (17/11/2025), dipimpin langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., dan dihadiri Wakapolda Brigjen Pol I Komang Sandi Arsana, S.I.K., M.H., serta ratusan personel Polda Bali dan instansi terkait.
Dengan tema "Terwujudnya kamseltibcar lantas yang aman, nyaman dan selamat menjelang Operasi Lilin 2025", operasi ini digelar serentak di seluruh Bali mulai 17–30 November 2025, melibatkan 1.067 personel Polda Bali.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 6 Titik Rawan di Medan yang Jadi Sasaran Operasi Zebra Toba 2025 Tujuan utama operasi adalah menciptakan ketertiban dan keselamatan lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang kondusif, serta menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.
Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya secara simbolis membuka operasi dengan menyematkan pita kepada tiga personel perwakilan yang terlibat.
Ia menegaskan bahwa operasi ini mengutamakan tindakan preemtif dan preventif, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.
"Kami berharap Operasi Zebra Agung 2025 dapat menciptakan Kamseltibcarlantas yang kondusif di wilayah Bali," ujar Kapolda dengan penuh semangat.
Dalam apel gelar pasukan, Kapolda Bali menekankan pentingnya koordinasi antar seluruh unsur pelaksana agar operasi berjalan tepat sasaran.
Sasaran utama operasi mencakup peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, serta pembentukan budaya tertib lalu lintas sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Bali.
Kapolda juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan berlalu lintas dan menjaga keselamatan di jalan.
"Mari kita bersama-sama menciptakan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat di wilayah Bali," tutupnya.
Operasi Zebra Agung 2025 diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas yang lebih disiplin dan membudaya di masyarakat Bali, khususnya menjelang Operasi Lilin 2025.*