JAKARTA, – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya.
Pada Minggu (16/11) pukul 05.02 WIB, Gunung Semeru mengalami erupsi yang melontarkan kolom abu setinggi ±500 meter dari puncak yang berada pada ketinggian ±4.176 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, menjelaskan, erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 148 detik.
Baca Juga: Polda Jatim Tingkatkan Kasus Ambruknya Musala Ponpes Al-Khoziny ke Penyidikan, Mulai Bidik Tersangka Kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
PVMBG memberikan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat di sekitar Semeru. Warga diminta:
-Tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 km dari puncak.-Menjaga jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan untuk menghindari potensi awan panas dan lahar.-Tidak mendekati kawah/puncak Gunung Semeru dalam radius 2,5 km karena risiko lontaran batu pijar.
Selain itu, warga dihimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil anak Besuk Kobokan.
PVMBG menekankan agar masyarakat tetap memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru melalui kanal resmi dan mengikuti arahan petugas setempat.*
(o/dh)