PAMEKASAN – Siswa SDN Potoan Daya 2, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, masih menjalani kegiatan belajar di tenda darurat, Sabtu (15/11/2025), setelah gedung sekolah mereka hangus terbakar pada Minggu malam, 5 Oktober 2025.
Kebakaran menghanguskan tiga ruang kelas dan satu ruang guru.
Sejak kejadian, siswa sempat belajar di teras rumah warga.
Baca Juga: Tim SAR Turunkan 9 Anjing Pelacak untuk Cari Korban Longsor Cilacap Kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan tenda darurat yang menampung kelas I dan II. Kelas I berjumlah 15 siswa, sedangkan kelas II ada 17 siswa, dibagi menjadi dua ruangan.
Kepala SDN Potoan Daya 2, Rusdi, menyebut kendala utama terjadi saat hujan karena air menggenangi bagian bawah tenda.
"Kendalanya saat hujan saja. Air menggenangi bagian bawah tenda, sehingga siswa harus membuka sepatu," kata Rusdi.
Sementara itu, kelas V dan VI memanfaatkan ruang perpustakaan, sedangkan kelas III dan IV tetap belajar di ruang kelas masing-masing karena lokasinya tidak berdampingan dengan gedung yang terbakar.
Para guru belum memiliki ruangan khusus dan masih menggunakan teras gedung untuk beristirahat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Mohamad Alwi, menyatakan pihaknya telah mengajukan bantuan pembangunan ke pemerintah pusat. "Semoga saja disetujui oleh pemerintah pusat. Kalau tidak, kami akan melakukan langkah-langkah lain," ujarnya.
Akibat kebakaran, sejumlah fasilitas sekolah seperti 15 Chromebook, proyektor, laptop, dan sound system ikut terbakar, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 300 juta.
Meskipun kondisi belum ideal, proses belajar mengajar tetap berjalan agar kegiatan pendidikan siswa tidak terganggu.*
(k/dh)