JAKARTA — Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Sabtu, 15 November 2025.
Pertemuan itu menjadi agenda terakhir sang Raja sebelum kembali ke negaranya, dengan fokus pembahasan pada penguatan kerja sama ekonomi, terutama di sektor komoditas fosfat.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperdalam hubungan ekonomi antara Indonesia dan Yordania.
Baca Juga: Bitcoin Tertekan ke Bawah 100.000 Dolar AS Meski Shutdown AS Berakhir, Investor Tetap Waspada Menurut dia, fosfat menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus dalam rencana kolaborasi kedua negara.
"Di bidang ekonomi, beliau besok akan bertemu dengan Danantara untuk membicarakan kerja sama ekonomi yang lebih intensif. Tadi juga disampaikan khususnya kerja sama di bidang komoditi fosfat," kata Sugiono di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 14 November 2025.
Sugiono menuturkan bahwa Raja Abdullah II akan hadir bersama delegasi resmi Kerajaan Yordania.
Namun, Presiden Prabowo Subianto tidak dijadwalkan menghadiri pertemuan tersebut.
Selain kerja sama ekonomi, Sugiono menyebut Indonesia dan Yordania juga sepakat meningkatkan kolaborasi di sektor pertahanan dan keamanan.
Kolaborasi itu mencakup pelatihan, program peningkatan kapasitas, dan kerja sama strategis yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.
"Indonesia dan Yordania sudah melakukan pelatihan dan training. Saya kira hubungan ini juga akan terus ditingkatkan," ujarnya.
Kunjungan Raja Abdullah II ke Indonesia sebelumnya disambut antusias, termasuk oleh pelajar SD dan SMP yang mengibarkan bendera di kawasan Istana.*