JAKARTA- Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan skema penanganan antrean kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, yang menjadi salah satu lintasan tersibuk menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Direktur Sarana, Prasarana, dan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan, Sigit Widodo, mengatakan peningkatan lalu lintas di lintas Ketapang–Gilimanuk kerap menimbulkan kemacetan panjang, terutama saat libur nasional dan musim angkutan akhir tahun.
"Antrean kendaraan yang panjang dan waktu tunggu lama terjadi karena lonjakan permintaan tidak seimbang dengan kapasitas angkut dan infrastruktur yang tersedia," ujar Sigit dalam keterangan tertulis, Kamis (13/11/2025).
Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika 2025, ASDP Siapkan Armada dan Layanan Digital untuk Dukung Mobilitas Nasional Saat ini, Pelabuhan Ketapang memiliki empat dermaga Movable Bridge, satu dermaga Ponton, dan tiga dermaga Landing Craft Machine (LCM).
Namun, dengan volume penyeberangan yang mencapai ribuan kendaraan per hari, kapasitas tersebut belum cukup menampung seluruh permintaan.
Sigit menambahkan, gangguan operasional seperti kapal docking, pembatasan operasional, hingga kecelakaan laut, turut memperparah antrean dan waktu tunggu kendaraan.
"Kami menemukan adanya ketidakseimbangan demand dan supply ketika ada kapal yang tidak beroperasi sebagaimana mestinya," katanya.
Selain faktor teknis, kondisi cuaca ekstrem serta gangguan sosial seperti unjuk rasa, akses jalan yang terhambat, atau pembelian tiket mendadak, juga menjadi pemicu terjadinya antrean panjang di area pelabuhan.*
(d/um)