MEDAN – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menegaskan pentingnya kerja sama strategis dengan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) untuk menyeimbangkan pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Fakultas yang dikenal sebagai pusat inovasi ilmu kehutanan ini dinilai memiliki kontribusi nyata bagi pengelolaan sumber daya alam di daerah.
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, mengatakan pembangunan ekonomi harus berjalan selaras dengan upaya menjaga ruang hijau dan keberlanjutan SDA.
Baca Juga: Sengketa Lahan JK vs Lippo Group: ATR/BPN Masih Tunggu Klarifikasi PN Makassar "Fakultas Kehutanan USU bukan sekadar lembaga akademik, tetapi juga motor perubahan yang berkontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan dan kemajuan bangsa. Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dalam penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan program kehutanan berkelanjutan di Deli Serdang," ujar Wabup pada Peringatan Dies Natalis ke-26 Prodi Kehutanan dan ke-11 Fakultas Kehutanan USU di Kampus 2 USU Bekala, Pancur Batu, Selasa (11/11/2025).
Tema Dies Natalis, "Laksana Akar: Walau Tak Nampak, Terus Memberi Dampak", menurut Wabup memiliki makna strategis.
Akar yang tersembunyi menjadi sumber kehidupan yang kokoh dan bermanfaat, sama seperti Fakultas Kehutanan yang menanam ilmu dan semangat pengabdian bagi lingkungan.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur, Ir Alfi Syahriza, menekankan pentingnya menjaga hutan yang menutupi 41,36 persen wilayah Sumut.
"Hutan bukan sekadar data administratif, tetapi amanah ekologis dan modal pembangunan yang harus dijaga bersama," ujarnya.
Dalam enam tahun terakhir, rehabilitasi hutan dan lahan di Sumut telah dilaksanakan di lebih dari 30.000 hektare, termasuk penanaman pohon multipurpose seperti durian, petai, alpukat, dan kemiri, yang mendukung pemulihan ekologis sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.
Fakultas Kehutanan USU, yang berdiri pada 2014 dan kini berusia 11 tahun, menorehkan berbagai prestasi, termasuk akreditasi internasional ASIIN Jerman untuk Prodi S1 Kehutanan dan S2.
Fakultas ini juga aktif dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan menempatkan 119 mahasiswa di lembaga riset dan konservasi.