JAKARTA— Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memasang radiation portal monitor (RPM) di gerbang keluar Kawasan Industri Modern (KIM) Cikande, Serang, Banten, untuk mencegah penyebaran cesium-137 (Cs-137).
Langkah ini menyusul temuan cemaran Cs-137 pada udang beku ekspor Indonesia.
Pemasangan alat dilakukan di depan Gedung Modernland Cikande dengan fondasi portabel berbahan baja agar tidak merusak jalan.
Baca Juga: Hamish Daud Selingkuh? Kuasa Hukum Raisa: Itu Tidak benar RPM berbobot 300 kilogram ini mulai beroperasi pada 21 Oktober 2025 pukul 23.50 WIB dan berfungsi selama 24 jam.
Menurut Perekayasa Ahli Muda BRIN Dian Fitri Atmoko, RPM memantau seluruh kendaraan yang keluar dari kawasan industri untuk memastikan tidak ada kontaminasi radioaktif yang terbawa ke luar.
"Kami memastikan setiap kendaraan yang keluar dari area Cikande aman dari paparan radiasi," ujar Dian, Selasa (11/11/2025).
BRIN pertama kali menerima laporan dugaan paparan radiasi di Cikande pada akhir September 2025.
Tim menemukan paparan Cs-137 tidak hanya di pabrik PT Peter Metal Technology (PMT), tetapi juga menyebar melalui udara dan debu ke sejumlah area industri sekitar.
RPM yang dipasang adalah gross detector dengan empat detektor gamma berbahan plastik sintilator, mampu mendeteksi peningkatan radiasi tanpa mengidentifikasi jenis isotop.
Teknologi ini dikembangkan BRIN sejak 2015 untuk bandara dan pelabuhan, dan tiga dari tujuh jenis yang dihasilkan telah mendapatkan paten nasional.
Dian menekankan pentingnya RPM bagi keamanan masyarakat sekaligus menjaga reputasi ekspor.
"Kalau pelabuhan kita punya RPM, lalu produk kita dituduh terpapar radiasi di luar negeri, kita bisa buktikan bahwa sebelum ekspor sudah lolos deteksi," jelasnya.