Presiden Filipina Bongbong Marcos Tanggapi Ancaman Pembunuhan dari Wakil Presiden Sara Duterte

BITVonline.com - Senin, 25 November 2024 14:17 WIB

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

MANILA- Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam setelah menerima ancaman pembunuhan yang disebutkan oleh Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui pesan video, Marcos Jr menyatakan bahwa ancaman semacam itu tidak dapat dibiarkan begitu saja dan harus dilawan, mengingat besarnya potensi kerusakan yang ditimbulkan oleh rencana kriminal semacam itu.

Tanpa menyebutkan nama langsung, namun merujuk pada pernyataan yang viral dari Sara Duterte, Marcos menegaskan bahwa Filipina sebagai negara demokratis memiliki hukum yang harus ditegakkan dengan tegas. “Jika merencanakan pembunuhan terhadap seorang Presiden semudah itu, bagaimana dengan warga negara biasa?” ujar Marcos dalam pernyataannya.

Dia juga menekankan bahwa, sebagai pemimpin negara, dirinya akan berjuang melawan segala bentuk ancaman terhadap keselamatan dirinya dan keluarga, serta untuk memastikan supremasi hukum tetap terjaga. “Upaya kriminal seperti itu tidak boleh diabaikan. Saya akan melawannya,” lanjutnya.

Ancaman pembunuhan ini terjadi dalam latar belakang perseteruan panjang antara keluarga Duterte, yang dipimpin oleh mantan Presiden Rodrigo Duterte, dengan keluarga Marcos. Wakil Presiden Sara Duterte, yang juga merupakan putri dari mantan Presiden Rodrigo Duterte, dalam sebuah konferensi pers yang penuh sumpah serapah, mengungkapkan ancaman terhadap Marcos Jr, istrinya Liza Araneta, dan Ketua Parlemen Filipina Martin Romualdez.

Sara Duterte mengklaim bahwa dia telah menjadi target dari rencana pembunuhan dan menegaskan bahwa dirinya telah memberi perintah kepada salah satu anggota tim keamanannya untuk membunuh Marcos Jr, Liza Araneta, dan Martin Romualdez jika dirinya dibunuh terlebih dahulu. “Saya telah berbicara dengan seseorang dalam tim keamanan saya. Saya mengatakan kepadanya, jika saya dibunuh, bunuhlah BBM (Bongbong Marcos atau Marcos Jr), (Ibu Negara) Liza Araneta, dan (Ketua Parlemen) Martin Romualdez,” kata Sara dalam konferensi pers tersebut.

Pernyataan keras dari Sara Duterte menimbulkan respons tegas dari Kantor Kepresidenan Filipina. Mereka menyebutkan bahwa ancaman yang dilontarkan oleh Wakil Presiden tersebut merupakan ancaman langsung dan aktif terhadap Presiden Marcos. “Bertindak berdasarkan pernyataan Wakil Presiden yang jelas dan tegas bahwa dia telah mengontrak seorang pembunuh untuk membunuh Presiden jika dugaan rencana terhadap dirinya berhasil, Sekretaris Eksekutif telah merujuk ancaman aktif ini kepada Komando Keamanan Kepresidenan untuk segera mengambil tindakan yang tepat,” ungkap pernyataan Kantor Komunikasi Kepresidenan Filipina.

Kantor Kepresidenan menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap nyawa Presiden harus selalu ditanggapi dengan serius, terlebih lagi jika ancaman tersebut disampaikan secara terbuka dan jelas di depan publik.

Pernyataan Sara Duterte itu semakin memperburuk ketegangan dalam hubungan politik yang sudah lama terjadi antara keluarga Duterte dan keluarga Marcos. Sebelumnya, hubungan antara kedua keluarga sudah tercoreng oleh berbagai peristiwa politik yang penuh kontroversi, termasuk penurunan popularitas mantan Presiden Rodrigo Duterte dan keberlanjutan pemerintahan yang diwarnai ketegangan antara para anggota kabinet.

Banyak kalangan yang menganggap ancaman dari Wakil Presiden ini sebagai eskalasi yang berbahaya, mengingat posisi penting yang dimiliki Sara Duterte dalam pemerintahan dan pengaruh besar yang dimilikinya di Filipina. Saat ini, penyelidikan lebih lanjut terhadap ancaman ini sedang dilakukan, sementara Marcos Jr dan timnya memastikan untuk terus memperkuat pengamanan serta melibatkan pihak berwenang untuk memantau situasi tersebut dengan serius.

(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Terpukau Danau Toba, Pelari 34 Negara Bilang “Ini Surga” di Trail of The Kings UTMB 2026

Nasional

Petani Tebu Usulkan Gula Masuk Bantuan Pangan, Ini Jawaban Pemerintah

Nasional

KPK Tak Ajukan Banding atas Vonis 4,5 Tahun Immanuel Ebenezer, Ini Alasannya

Nasional

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Istana: MBG Tak Akan Dihentikan

Nasional

Bukan Rupiah! Ini Deretan Mata Uang yang Pernah Beredar di Sumatera Utara

Nasional

Bukan Karena Kelangkaan, Pemprov Sumut Sebut Antrean Panjang di SPBU Dipicu Panic Buying: Stok BBM Aman