MANOKWARI – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa Papua bukanlah tempat pengasingan, melainkan bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungan kerjanya ke Tanah Papua, saat bertemu dengan para tokoh adat di Manokwari, Rabu (5/11/2025).
"Saya tekankan, Papua itu bukan tempat pengasingan atau pembuangan. Mungkin bapak-ibu sering baca berita yang mengatakan 'Oh, Gibran diasingkan ke Papua'. Tidak, itu sama sekali tidak benar. Papua adalah bagian dari NKRI dan harus kita beri perhatian khusus," ujar Gibran.
Baca Juga: IHSG Melemah Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III/2025 Dalam kesempatan itu, anak mantan Presiden Joko Widodo ini menekankan pentingnya peran tokoh adat dan masyarakat lokal dalam pembangunan daerah.
Gibran mendorong Badan Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP30KP) dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua untuk menggali potensi ekonomi lokal, termasuk pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
"Mohon nanti ke depan bisa dikembangkan dengan menggandeng Koperasi Desa Merah Putih. Untuk masalah modal, akses permodalan bisa gandeng PNM Mekaar, KUR, dan juga kerja sama dengan pihak swasta," jelas Gibran.
Wapres juga menekankan bahwa pembangunan di Papua harus berkelanjutan dan berbasis data.
"Misalnya kita ambil salah satu saja, Papua Tengah. Kita keroyok ini nanti masalah pendidikan. Bisa kita intervensi bersama, kita keroyok dengan program MBG, Revitalisasi Sekolah, KIP, Beasiswa, Bus Sekolah," tambahnya.
Gibran berharap program-program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kualitas pendidikan di Papua secara merata, tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat.*
(di/a008)