TABANAN – Kodim 1619/Tabanan ambil bagian dalam Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Kontijensi Bencana Gempa Bumi Kabupaten Tabanan untuk periode 2026–2028.
Kegiatan berlangsung di ruang rapat Utama Jayaning Singasana, Kantor Bupati Tabanan, Selasa (4/11/2025).
Pgs Pasiops Kodim 1619/Tabanan, Kapten Cke Gede Resmanto, mewakili Dandim Letkol Inf Trijuang Danarjati.
Baca Juga: Bupati Simalungun Hadiri HUT ke-61 Yonif 122/Tombak Sakti: “Semakin Solid dan Bersahabat dengan Masyarakat” FGD ini dihadiri oleh Forkopimda Tabanan, BPBD Provinsi Bali, TNI–Polri, perwakilan dinas terkait, relawan, dan akademisi yang tergabung dalam forum pengurangan risiko bencana.
Kapten Resmanto menegaskan komitmen Kodim dalam mendukung pemerintah daerah memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana.
"Kodim 1619/Tabanan siap mendukung penuh langkah-langkah rencana kontijensi, terutama koordinasi lintas sektor, pengamanan wilayah, hingga bantuan evakuasi dan logistik. Hasil FGD ini akan menjadi pedoman bersama untuk mempercepat respons dan meminimalkan dampak korban," ujarnya.
FGD satu hari tersebut menghasilkan beberapa poin strategis, seperti pembagian peran lintas instansi, pembaruan data wilayah rawan bencana, dan simulasi penanganan gempa bumi yang berpotensi memengaruhi infrastruktur vital serta permukiman warga.
Kapten Resmanto menambahkan, kegiatan ini juga meningkatkan sinergitas antara aparat kewilayahan dengan instansi penanggulangan bencana sekaligus memperkuat kesiapan personel TNI dalam operasi kemanusiaan.
Ia menutup dengan mengingatkan pentingnya kerja sama solid dalam menghadapi bencana.
"Bencana tidak bisa kita hindari, tapi dengan persiapan yang baik dan kerja sama yang solid, kita bisa mengurangi dampaknya bagi masyarakat," pungkasnya.*
(a008)