Wapres Sara Duterte Bantah Tuduhan Dalangi Upaya Pembunuhan Presiden Bongbong Marcos

Redaksi - Selasa, 26 November 2024 08:53 WIB

MANILA -Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, membantah tegas tuduhan bahwa dirinya merupakan dalang di balik upaya pembunuhan Presiden Ferdinand ‘Bongbong’ Marcos Jr. Pernyataan ini disampaikan setelah Kementerian Hukum Filipina menetapkannya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas dugaan rencana pembunuhan tersebut pada Senin (25/11).

Sara, yang merupakan putri dari mantan Presiden Rodrigo Duterte, kini menghadapi penyelidikan resmi oleh aparat keamanan Filipina. Selain ancaman hukum, Sara juga terancam dimakzulkan dari jabatannya sebagai wakil presiden.

Kontroversi ini bermula dari pernyataan Sara pada akhir pekan lalu, di mana ia menginstruksikan tim keamanannya untuk membunuh Bongbong Marcos jika dirinya terbunuh lebih dulu. Pernyataan ini bahkan meluas hingga menyebut ibu negara Liza Araneta dan saudara Presiden, Martin Romualdez, sebagai targetnya.

Namun, Sara menyebut pernyataan tersebut hanyalah bentuk kekhawatiran atas kondisi pemerintahan saat ini.

“Pemerintahan Marcos gagal melayani rakyat sembari mereka dengan ahli menganiaya musuh-musuh politik,” ujar Sara, seperti dikutip dari AFP.

Dalam pernyataannya hari ini, Sara menyebut tuduhan terhadap dirinya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

“Akal sehat seharusnya cukup bagi kita untuk memahami dan menerima bahwa tindakan balas dendam bersyarat yang seharusnya tidak merupakan ancaman aktif. Ini adalah rencana tanpa dasar,” tegas Sara.

Dia juga menyatakan keyakinannya bahwa penyelidikan yang dilakukan secara jujur akan menunjukkan bahwa tuduhan tersebut hanyalah lelucon belaka.

Presiden Bongbong Marcos juga memberikan komentar terkait situasi ini. Ia meminta agar proses hukum dilakukan secara transparan dan objektif. Namun, ia menolak berkomentar lebih jauh mengenai tuduhan tersebut.

“Saya yakin bahwa penyelidikan yang jujur akan dengan mudah mengungkap narasi ini sebagai lelucon, khayalan, atau tidak ada apa-apanya sama sekali,” ujar Bongbong.

Kasus ini semakin memperkeruh hubungan antara dua tokoh politik utama Filipina. Di tengah situasi politik yang panas, Sara Duterte dan Bongbong Marcos sebelumnya dikenal sebagai pasangan pemimpin yang kuat setelah terpilih pada 2022. Namun, isu ini memperlihatkan adanya perpecahan di dalam koalisi pemerintahan.

Publik Filipina kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan resmi atas kasus ini, yang berpotensi menjadi salah satu skandal politik terbesar di negara tersebut.

(n/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Dedi Mulyadi Bakal Gabung PSI? Gerindra Jabar Buka Suara

Nasional

Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Pemohon: Ada “Hak Istimewa” yang Tak Proporsional

Nasional

Sidang Praperadilan Febrie, Eks Kepala PPATK: Kasus TPPU Tak Harus Tunggu Tindak Pidana Asal Terbukti

Nasional

Tiga Orang Diduga Pura-Pura Memancing di Lokasi Karhutla Riau, Prabowo: Bawa ke Jakarta!

Nasional

Cegah Karhutla Meluas, Prabowo Perintahkan Sumur Bor Dibangun di 300 Hotspot Riau

Nasional

Jembatan Titi Paya Roba Diperbaiki, Mobilitas Warga Binjai Barat-Binjai Utara Diharap Kembali Normal