JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan aturan baru terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu ketentuan penting adalah dapur penyelenggara program tidak boleh mulai memasak sebelum pukul 00.00 atau tengah malam.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan aturan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola Program MBG yang telah rampung dan segera diundangkan.
Baca Juga: Babinsa Belumbang Kawal Penyaluran Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil dan Balita di Tabanan Nanik menambahkan, aturan ini akan disosialisasikan ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Misalnya tata kelola yang contoh kecil saja, SPPG enggak boleh lagi masak di bawah jam 12 malam. Masaknya harus jam 2 pagi," ujar Nanik saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/10).
Selain itu, dapur MBG juga diwajibkan memasak sesuai batch atau urutan penerima manfaat, mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA. Dengan kata lain, dapur tidak diperbolehkan memasak seluruh porsi sekaligus.
"Misalnya dikirim pagi untuk anak-anak TK, itu masak sendiri. Kalau dikirim untuk anak-anak SD yang agak siang, nanti dimasak sendiri. Itu contoh yang masuk dalam Perpres Tata Kelola MBG," jelas Nanik.
BGN juga menindak tegas mitra dapur yang tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 112 SPPG telah ditutup sementara untuk evaluasi.
"Kemudian kepada para mitra juga kita tegas, kalau terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, kita tindak. Kita tutup dapurnya sampai selesai evaluasi," tambahnya.
Nanik menekankan, dapur-dapur yang ruang pemorsiannya belum memiliki pendingin ruangan harus segera memperbaikinya. Hal ini penting untuk mencegah makanan cepat basi.
"Banyak dapur yang ruang packing-nya belum pakai AC. Sekarang harus pakai pendingin, karena itu berpotensi membuat makanan cepat basi. Contoh hal seperti itu harus dijalankan," ujarnya.
Selain itu, tiap dapur diwajibkan melakukan epoksi atau pelapisan permukaan lantai agar lebih kuat, tahan air, dan mudah dibersihkan, serta aman dari licin akibat tumpahan minyak. Nanik juga menekankan pentingnya pemisahan area pencucian peralatan dapur.