JAKARTA — Memasuki satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berbagai capaian strategis mulai terlihat, terutama dalam sektor perlindungan sosial.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa arah kebijakan Presiden jelas berpihak kepada kelompok masyarakat bawah, khususnya mereka yang tergolong miskin dan miskin ekstrem.
"Saya pahami, yang pertama adalah bagaimana kelompok atas ini dijaga, yang tengah difasilitasi, dan yang bawah dibela lewat perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial," kata Gus Ipul dalam pemaparan di acara "Capaian Satu Tahun Prabowo-Gibran" di Jakarta, Senin (20/10) malam.
Baca Juga: Kemendikdasmen Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Buku Tulis Gratis Siap Didistribusikan Gus Ipul menyebutkan, menindaklanjuti arahan Presiden, Kementerian Sosial telah melakukan tiga transformasi besar yang saling terintegrasi, yaitu:- Transformasi Data- Transformasi Penerima Manfaat- Transformasi Penanganan Kemiskinan Terpadu
Pada transformasi data, Kemensos menjalankan amanat Inpres No. 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Kementerian Sosial berperan penting dalam pemutakhiran data sosial secara berkala, yang menjadi landasan penyaluran seluruh program bantuan.
"Sejak Indonesia merdeka, kita belum punya satu data sosial ekonomi yang tunggal. Ini yang pertama dilakukan Pak Presiden: konsolidasi data. Karena tanpa data yang akurat, intervensi tidak akan tepat sasaran," tegas Gus Ipul.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa kebijakan sosial saat ini tidak hanya berfokus pada perlindungan sosial (social protection), tetapi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi.
"Dulu program sosial berat di perlindungan saja. Di era Pak Prabowo, perlindungan tetap diberikan, tapi sekarang disertai dengan pemberdayaan agar masyarakat bisa mandiri," ujarnya.
Salah satu program unggulan Presiden Prabowo yang mulai berjalan tahun ini adalah Sekolah Rakyat.
Sejak Juli hingga September 2025, sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan telah dibuka dan kini menampung hampir 16.000 siswa.
"Ini bukan sekadar sekolah, tapi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Anak-anak belajar, orang tuanya diberdayakan, rumahnya diperbaiki, ada jaminan kesehatan, bahkan masuk koperasi," jelas Gus Ipul.