TERNATE – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan tidak terpusat hanya di Pulau Jawa.
Hal ini disampaikannya saat membuka Festival Budaya Legu Tara No Ate di Lapangan Pelabuhan Perikanan Nusantara, Ternate, Maluku Utara, Kamis (16/10).
"Komitmen kami tidak berubah. Kita tidak ingin pembangunan yang Jawa-sentris, tapi harus mulai ada pemerataan yang Indonesia-sentris. Jadi saya sudah janji, saya akan lebih sering lagi ke sini, ke Ternate, ke Maluku," ujar Gibran.
Baca Juga: Roy Suryo Gagal Bertemu Wamendikdasmen, Ungkap Kejanggalan Baru Soal Riwayat Pendidikan Gibran Dalam lawatan kerja selama tiga hari ke Provinsi Maluku dan Maluku Utara, Gibran mengunjungi sejumlah wilayah seperti Ambon, Langgur, Tual, Sofifi, Jailolo, hingga Ternate.
Menurutnya, kehadiran langsung di lapangan menjadi bentuk pengawalan nyata atas arah pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Wapres juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bersinergi dalam mendukung program-program prioritas Kabinet Merah Putih yang menyasar kesejahteraan rakyat.
"Jadi saya mohon Ibu Gubernur agar program Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, pembangunan-pembangunan yang sifatnya fisik, ini mohon bisa dikawal. Kami dari pemerintah pusat juga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ekonomi daerah berbasis potensi lokal, salah satunya melalui program Koperasi Merah-Putih," jelasnya.
Gibran juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Ternate dan Maluku Utara, serta mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan kesehatan Presiden menjelang ulang tahunnya.
"Ini saya sampaikan salam hangat dari Bapak Presiden untuk warga semua. Kebetulan beliau besok ulang tahun. Kita doakan bersama agar beliau sehat panjang umur dan diberikan kelancaran untuk melaksanakan tugas ini," kata Gibran, menutup sambutannya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wapres ke daerahnya.
Ia menilai kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan dan pelestarian budaya di kawasan timur Indonesia.
"Kehadiran Bapak adalah suatu kehormatan dan bukti nyata perhatian pemerintah pusat kepada kami di Maluku Utara, bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap kebudayaan dan masa depan generasi Maluku," ujar Sherly.