JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Beragam inovasi dilakukan Korps Bhayangkara untuk memperkuat sektor pertanian dan memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Guna mendukung program ketahanan pangan, kami telah melakukan berbagai inovasi, salah satunya pemanfaatan bibit unggul Hibrida P27 dan pupuk Tekno MIGO Presisi Bhayangkara, yang mampu meningkatkan hasil panen dari 4 ton per hektare menjadi 9 hingga 14 ton per hektare," ujar Jenderal Sigit dalam acara Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV, di Tangerang, Banten, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga: Kapolri Lepas Pasukan Garuda Bhayangkara FPU 7 MINUSCA, 8 Anggota dari Bali Siap Bertugas Selain inovasi bibit dan pupuk, Polri juga merekrut 333 bintara dengan kompetensi khusus di bidang pertanian. Mereka akan ditempatkan di berbagai wilayah untuk membantu optimalisasi pengolahan lahan dan produksi pangan.
Polri juga menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas, termasuk Universitas Sriwijaya, untuk mengolah eceng gondok menjadi pupuk organik.Menurut Kapolri, pupuk ini memiliki kandungan unsur hara tinggi serta bernilai ekonomis, karena biaya produksinya hanya Rp773 ribu per hektare—jauh lebih hemat dibanding pupuk kimia yang mencapai Rp5,9 juta per hektare.
Dalam upaya pemberdayaan masyarakat, Polri meluncurkan program Poliran (Polisi Peduli Pengangguran) di Polda Banten. Melalui program ini, sampah organik seperti sisa sayuran, buah, daun kering, dan limbah dapur diolah menjadi eco-enzyme dan pupuk kompos.
Selain itu, di Provinsi Bangka Belitung, Polri juga mengembangkan budidaya kelinci, di mana kotorannya dimanfaatkan sebagai pupuk organik ramah lingkungan.
Dalam kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat, Polri berhasil mengolah lahan basah dengan pH di bawah 5 menjadi lahan produktif menggunakan batu asal Korea.
Hasilnya, lahan seluas 5 hektare di Kalimantan Selatan kini mampu menghasilkan empat kali panen dengan produktivitas rata-rata 8 ton per hektare.
Untuk efisiensi irigasi, Polri juga memanfaatkan teknologi Solar Water Pump berkapasitas 5.680 watt. Sistem berbasis panel surya ini menggerakkan pompa air secara hemat energi dan ramah lingkungan.
Tak hanya fokus pada lahan, Polri juga berinovasi dalam penyediaan air. Jenderal Sigit mengungkapkan penggunaan teknologi Watergen, yang mampu menghasilkan 100 hingga 350 liter air bersih per hari langsung dari kelembapan udara.
"Teknologi ini menjadi solusi bagi daerah pertanian kering agar ketersediaan air tetap terjaga dan produktivitas pertanian tidak terganggu," tutur Kapolri.