SIDOARJO – Hingga Sabtu (4/10) pagi, proses pencarian dan evakuasi korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Bangunan ponpes tersebut ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 WIB, saat para santri tengah melaksanakan salat Ashar.
Kasubdit RPDO (Pengarahan dan Pengendalian Operasi) Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer, menjelaskan bahwa pada hari kelima pencarian, Jumat (3/10), tim berhasil mengevakuasi sembilan korban dalam kondisi meninggal dunia.
Baca Juga: Evakuasi Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Ditarget Rampung Minggu, Korban Tewas Capai 13 Orang "Ke-9 korban ditemukan sejak pukul 07.30 WIB hingga 23.00 WIB di sektor A1, A2 (tempat wudu), A3, dan A4," ujar Emi Freezer dalam keterangannya.
Dengan tambahan tersebut, total korban yang telah dievakuasi hingga saat ini berjumlah 117 orang. Dari jumlah itu, 103 dinyatakan selamat, sementara 14 lainnya meninggal dunia. Masih terdapat 49 orang yang diduga tertimbun dan belum ditemukan.
Tim SAR saat ini memfokuskan pencarian pada sisi utara bangunan yang tidak terintegrasi dengan struktur utama. Proses evakuasi terus dilakukan dengan membersihkan puing-puing yang masih menutupi area pencarian.
"Proses evakuasi masih terus berlangsung. Pembersihan puing difokuskan ke sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama," jelas Freezer.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berjaga dan bekerja secara bergiliran untuk mempercepat proses evakuasi seluruh korban.*
(kp/j006)