JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa kematian siswi SMKN 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Bunga Rahmawati (18), tidak ada kaitannya dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan ini disampaikan usai konferensi pers terkait penanggulangan kejadian luar biasa program MBG di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2025).
"Sudah dijelaskan bahwa itu tidak ada hubungan dengan MBG," kata Dadan.
Baca Juga: Gubernur Jabar Usulkan Dapur MBG di Sekolah agar Anak-anak Lebih Produktif Terkait kemungkinan investigasi lebih lanjut, Dadan menyampaikan bahwa pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. "Orang tuanya kan tidak mengizinkan autopsi. Jadi kami serahkan penanganan ke pemerintah setempat," ujarnya.
Bunga menerima paket MBG pada Rabu (24/9) yang berisi telur rebus, lotek, kentang, dan pisang. Kepala Puskesmas Cihampelas, Edah Jubaidah, menuturkan bahwa Bunga tidak menunjukkan gejala keracunan saat menerima MBG dan tetap bersekolah hingga Senin (29/9). Namun enam hari kemudian, Bunga mengalami mual dan akhirnya meninggal sebelum mendapat perawatan lanjutan di RSUD Cililin.
Edah menambahkan bahwa Bunga memiliki riwayat penyakit paru sejak kecil, sehingga penyebab kematiannya belum dapat dipastikan. "Kami tidak bisa memastikan ini akibat keracunan atau bukan, karena faktor sudah beberapa hari setelah makan MBG dan korban memiliki riwayat penyakit paru," jelas Edah.
Pihak BGN menegaskan bahwa seluruh penanganan kasus diserahkan kepada otoritas setempat sesuai prosedur.*
(j006)