TAPSEL - Bantuan lembu dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara yang disalurkan pada tahun 2021 ke Kelompok Tani (Koptan) Harapan Baru, Desa Tandiat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, kini menuai tanda tanya besar.
Bantuan sebanyak 8 ekor lembu yang seharusnya diterima kelompok tani, diduga tidak jelas keberadaannya. Sejumlah warga bahkan menyebut bantuan itu sudah menjadi "lembu siluman" karena tidak terlihat lagi hingga saat ini.
Ketua Koptan, Sakban Harahap, bersama Kepala Desa Ranto Panjang Sipahutar menyampaikan bahwa lembu bantuan tersebut sudah mati. Kepala desa mengaku pihak kelompok tani sempat mengirim bukti foto lembu yang mati. Namun, ketika dikonfirmasi ulang, bukti foto itu tidak bisa ditunjukkan lagi.
Baca Juga: MTsN 1 Tapanuli Selatan Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tanamkan Semangat Nasionalisme ke Generasi Muda Sementara itu, KCD Renejer Hutagaol saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku lupa apakah foto bukti kematian lembu pernah dikirim kepadanya. Ia juga menyebut ponsel yang digunakan saat itu sudah rusak, sehingga tidak bisa lagi mengakses data foto tersebut.
Hingga berita ini dirilis, baik Ketua Koptan maupun pihak terkait belum dapat menunjukkan bukti fisik maupun dokumentasi mengenai lembu bantuan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Sumut. Yang tersisa kini hanya kandang lembu, sementara keberadaan ternak tidak diketahui lagi.
Warga menduga kuat bahwa bantuan lembu itu tidak pernah tersalurkan sebagaimana mestinya. Mereka meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan bantuan ternak tersebut.
"Sekarang tinggal kandang, lembunya entah ke mana. Kami minta aparat segera bertindak," ujar salah seorang warga kepada awak media.*