JAKARTA – Presiden
Prabowo Subianto menegaskan masih banyak
aset negara yang selama ini tidak dikelola dengan optimal, bahkan sebagian besar disembunyikan oleh birokrat serta pengelola perusahaan pelat merah. Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya pada acara Musyawarah Nasional (
Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin (29/9)."Ternyata kita ketemu aset di sini, aset di sana, luar biasa. Jadi banyak birokrat kita yang pintar, pintar sembunyikan aset," ujar
Prabowo.
Baca Juga: 713 Ekonom Desak Presiden Prabowo Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis Menurut Presiden, sebagian besar
aset negara tersebut berada di bawah kendali Badan Usaha Milik Negara (
BUMN). Ia menyoroti praktik tidak sehat yang masih terjadi di sejumlah perusahaan pelat merah, termasuk pemberian bonus kepada manajemen walaupun
BUMN tersebut mengalami kerugian."Kadang-kadang nekat-nekat mereka itu. Diberi kepercayaan negara, dia kira itu perusahaan nenek moyang," tambah
Prabowo.Pemerintah mengungkap telah menemukan
aset negara dengan nilai mencapai lebih dari US$1.000 miliar atau sekitar Rp16.600 triliun. Untuk mengelola potensi aset yang sangat besar ini, pemerintah membentuk lembaga bernama Danantara yang ditargetkan mampu memberikan imbal hasil minimal antara 3% hingga 10% dari total aset yang dikelola.Dengan proyeksi tersebut, negara diharapkan dapat memperoleh pemasukan antara US$30 hingga US$100 miliar per tahun, atau setara Rp480 triliun hingga Rp1.600 triliun."Kita kasih kesempatan
BUMN dalam dua hingga tiga tahun, kita tunggu hasil mereka. Insya Allah akan mencapai yang kita harapkan," ujar
Prabowo optimistis.Selain menyoroti pengelolaan aset,
Prabowo juga menyampaikan capaian pemerintah dalam menyelamatkan sekitar Rp300 triliun dari kebocoran anggaran selama 11 bulan pertama masa pemerintahannya.Dana tersebut antara lain digunakan untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini telah menjangkau sekitar 30 juta anak dan ibu hamil.