SOLO – Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Abu Bakar Ba'asyir, mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan nasihat kepada Presiden Prabowo Subianto agar menerapkan hukum Islam dalam sistem pemerintahan Indonesia.
Hal ini disampaikan Ba'asyir saat bersilaturahmi ke kediaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Sumbersari, Banjarsari, Solo, Senin (29/9).
Dalam keterangannya, Ba'asyir menekankan bahwa menyampaikan nasihat kepada pemimpin merupakan kewajiban seorang Muslim, termasuk kepada pemimpin negara.
Baca Juga: Prabowo Warning Koruptor Licik, Sindir Wartawan Gajinya Kecil: Yang Banyak Duitnya Bos Kalian "Saya hanya menasihati. Orang
Islam itu wajib menasihati rakyat, pemimpin, dan orang kafir. Pak
Jokowi ini orang yang kuat. Mudah-mudahan jadi pembela
Islam yang kuat," ujar
Ba'asyir.
Ba'asyir juga menyatakan bahwa selain Jokowi, nasihat serupa telah ia sampaikan kepada Presiden Prabowo melalui surat pribadi.
Ia berharap hukum Islam dapat menjadi dasar dalam sistem pemerintahan Indonesia.
"Saya sedang berjuang minta supaya negara ini diatur dengan hukum Islam. Presiden pun saya nasihati lewat surat," tambahnya.
Sementara itu, Jokowi mengaku terkejut saat kediamannya disambangi langsung oleh Abu Bakar Ba'asyir.
Ia mengatakan kunjungan tersebut murni silaturahmi, dan menerima nasihat terkait pengabdian terhadap Islam.
"Sangat kaget saya kedatangan beliau. Intinya beliau menasihati saya untuk mengabdi pada Islam," ucap Jokowi singkat.
Abu Bakar Ba'asyir sempat menjadi sorotan nasional dan internasional akibat keterlibatannya dalam sejumlah kasus terorisme.
Ia pernah divonis 2,5 tahun penjara atas keterlibatannya dalam peristiwa Bom Bali I tahun 2002.