JAKARTA — Badan Gizi Nasional (
BGN) mengumumkan penerapan sistem
barcode pada makanan Program Makan Bergizi Gratis (
MBG) guna memperkuat jaminan keamanan pangan bagi anak-anak penerima manfaat. Inovasi ini akan dimulai dengan pemasangan
barcode langsung di wadah makanan (
ompreng) yang dibagikan kepada siswa.Wakil Kepala
BGN Bidang Komunikasi Publik & Investigasi, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa
barcode tersebut akan memuat informasi penting terkait batas waktu konsumsi makanan.
Baca Juga: MBG Sejatinya Bukan “Makan Beracun Gratis” Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh usai ditemukannya kasus
keracunan pada sejumlah siswa peserta
program."Barcode akan dipasang langsung di
ompreng anak-anak. Di dalamnya akan tertulis batas waktu konsumsi, misalnya hanya boleh dimakan sampai pukul tertentu. Jadi lebih jelas dan terjamin," ujar Nanik dalam konferensi pers di Kantor
BGN, Jumat (26/9).Ia menambahkan, implementasi sistem
barcode akan dilakukan secara bertahap di seluruh dapur
MBG di Indonesia, sembari menunggu kesiapan teknis dari mitra penyedia makanan. Menurutnya, inovasi ini akan membantu pihak sekolah dan orang tua dalam memantau keamanan makanan yang dikonsumsi anak."Ini untuk menekan risiko makanan basi atau tidak layak konsumsi. Jadi bukan hanya soal distribusi cepat, tapi juga jaminan keamanan bagi anak-anak," tegas Nanik.