MEDAN – Setelah satu dekade absen secara fisik, Presiden Republik
Indonesia Prabowo Subianto kembali mengukir sejarah dengan tampil menyampaikan
pidato perdana pada
Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (
PBB) ke-80 di New York, Selasa (23/9).Ber
pidato di urutan ketiga, tepat setelah Sekjen
PBB Antonio Guterres, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Prabowo membawa suara
Indonesia di podium dunia dengan pesan kuat tentang persaudaraan, keadilan, dan solidaritas global.
Baca Juga: Vivo Resmi Umumkan Peluncuran Seri X300 pada 13 Oktober 2025, Fokus pada Kamera dan Desain Mengawali Pidato dengan Pesan Persaudaraan UniversalDalam sambutannya,
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menghormati perbedaan ras, agama, dan kebangsaan. "Kita berbeda ras, agama, dan kebangsaan, namun kita berkumpul bersama sebagai satu keluarga. Kita di sini pertama dan terutama sebagai sesama manusia, masing-masing diciptakan setara," ujar Prabowo dengan penuh penghormatan di General Assembly Hall yang megah.
Mengingatkan Dunia pada Penderitaan KolonialismePresiden Prabowo mengajak dunia mengenang masa kelam penjajahan yang pernah dialami
Indonesia.