JAKARTA – Ribuan
buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (
KSPI) menggelar
aksi unjuk rasa di depan Gedung
DPR RI, Senin (22/9/2025). Aksi ini merupakan bentuk desakan terhadap pemerintah untuk menegakkan supremasi sipil, mengesahkan Rancangan Undang-undang Ketenagakerjaan, serta menghapus sistem kerja
outsourcing dan upah murah.Presiden
KSPI, Said Iqbal, mengatakan
aksi ini diikuti oleh ribuan
buruh dari berbagai wilayah Jabodetabek.
Baca Juga: Diduga Jadi Korban Rekayasa Kasus Narkoba, Keluarga Rahmadi Minta Kapolri Turun Tangan Para peserta
aksi juga berasal dari elemen Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Partai Buruh.Dalam pernyataannya, Said Iqbal menegaskan bahwa salah satu tuntutan utama
buruh adalah penegakan supremasi sipil, di mana institusi kepolisian difungsikan sebagai alat keamanan, sementara Tentara Nasional Indonesia (
TNI) tetap sebagai alat pertahanan negara."Gedung
DPR, gedung pemerintahan lainnya tak perlu dijaga oleh
TNI, cukup oleh Kepolisian. Tapi Kepolisian yang humanis, profesional, dan persuasif," tegas Said.Said juga menolak anggapan bahwa
aksi buruh bermuatan politis atau mengarah pada desakan pencopotan
Kapolri. Ia menyebut tuntutan
buruh lebih pada reformasi menyeluruh terhadap institusi kepolisian, mulai dari sistem, perekrutan anggota, hingga pendekatan humanis dalam menjaga keamanan.