GORONTALO - Video anggota DPRD Provinsi Gorontalo,
Wahyudin Moridu, yang viral di media sosial, menghebohkan publik setelah ia menyebut akan "merampok uang negara biar miskin" saat perjalanan dinas ke Makassar. Video tersebut direkam oleh seorang wanita berinisial FT, yang diduga merupakan selingkuhannya, bukan istrinya.Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, membenarkan bahwa Wahyudin dipanggil pada Jumat malam (19/09) untuk memberikan klarifikasi terkait video viral tersebut. Wahyudin mengaku saat video direkam dalam keadaan mabuk dan tidak sadar akan ucapannya.
Baca Juga: Anggota DPRD Gorontalo Fraksi PDIP Sebut "Rampok Uang Negara, Biar Makin Miskin!" Bersama Selingkuhan Kini Minta Maaf: Saya Tidak Bermaksud "Perempuan berinisial FT yang menyebarkan video tersebut, minta dinikahi oleh Saudara Wahyudin," ungkap Fikram. Wahyudin mengakui hubungan dengan FT, meski status hubungan resmi dengan FT belum jelas.Dalam konferensi pers, Wahyudin bersama istrinya, Megawati Musi, menyampaikan permohonan maaf atas video yang viral dan menyatakan tidak bermaksud melecehkan masyarakat Gorontalo. Ia juga siap menanggung segala konsekuensi atas pernyataannya tersebut.Video ini memicu kemarahan warganet dan muncul desakan agar Wahyudin mengundurkan diri dari jabatannya. Ketua BK DPRD juga menyebut adanya potensi pemecatan karena pernyataan tersebut sangat berat dan mencoreng nama baik negara.
Wahyudin Moridu, 30 tahun, merupakan anggota DPRD termuda dari Dapil V (Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato) dan putra mantan Bupati Boalemo. Ia sebelumnya pernah terjerat kasus narkoba pada 2020 dan telah menjalani rehabilitasi.BK DPRD Provinsi Gorontalo kini juga mengusut perjalanan dinas perorangan Wahyudin yang dibiayai negara, serta menelusuri pihak-pihak terkait lainnya.