DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung dalam aksi pembersihan sampah pasca banjir yang melanda kawasan Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan solidaritas nasional yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan melibatkan berbagai unsur dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat umum.Didampingi Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan
Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq,
Gubernur Koster menyisir lokasi-lokasi terdampak banjir yang masih dipenuhi tumpukan lumpur dan sampah. Bahkan, ia turut membantu membersihkan sisa-sisa puing dari kios-kios di basement pasar yang sebelumnya terendam.
Baca Juga: Putri Koster Ajak Masyarakat Jadikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber sebagai Gaya Hidup "Saat ini hal paling mendesak adalah membersihkan sampah, membantu warga terdampak, serta memulihkan infrastruktur yang rusak. Kita fokus bersih-bersih dulu," tegas Koster kepada awak media.
210 Ton Sampah Masih MengendapPasca banjir yang terjadi pada Rabu, 10 September 2025, diperkirakan masih terdapat sekitar 210 ton sampah yang harus segera dibersihkan dari area pusat kota, sungai, dan drainase. Beberapa mobil milik pedagang yang terendam di basement Pasar Badung juga menjadi perhatian untuk segera dievakuasi agar tidak menghambat proses pembersihan.
Sampah Banjir Akan Diangkut ke TPA SuwungMenteri LH Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa semua sampah pasca banjir akan ditangani secara darurat dan dibawa ke TPA Suwung. Langkah ini dilakukan untuk memutus potensi bahaya kesehatan dan mempercepat pemulihan lingkungan.