JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta
Pramono Anung menegaskan bahwa aktivitas para nelayan di kawasan pesisir
Cilincing,
Jakarta Utara, tetap dapat berjalan normal meski pembangunan tembok beton di laut terus berlanjut.Pernyataan ini disampaikannya usai menghadiri peresmian Gereja Katolik Kalvari Paroki Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (14/9). Pramono mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah mengadakan pertemuan dengan pihak PT Karya Citra Nusantara (KCN) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membahas polemik yang mencuat di tengah masyarakat."Disepakati bahwa aktivitas nelayan diberikan keluasaan untuk tetap bisa dilakukan," ujar Pramono.
Baca Juga: 33 Tahun Menanti, Gereja Kalvari Lubang Buaya Akhirnya Diresmikan Gubernur Pramono Anung Selain menjamin kelangsungan mata pencaharian nelayan, Pramono menyebut PT KCN juga telah diminta untuk memberikan dukungan dalam bentuk corporate social responsibility (CSR) kepada warga yang terdampak."Perusahaan diminta untuk memberikan CSR kepada para nelayan yang ada di tempat itu," tegasnya.
Pusat Ekonomi Baru di Utara JakartaLebih lanjut, Pramono menyampaikan bahwa pembangunan tanggul atau tembok laut yang menjadi bagian dari proyek pelabuhan Marunda ini diharapkan dapat menciptakan simbiosis mutualisme antara perusahaan, nelayan, dan pemerintah.