Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 100 Warga Palestina, Termasuk Relawan Kemanusiaan Mahmoud Almadhoun

BITVonline.com - Minggu, 01 Desember 2024 05:36 WIB

BITVONLINE.COM– Dalam 24 jam terakhir, serangan udara Israel di Gaza telah menewaskan setidaknya 100 warga Palestina, termasuk relawan kemanusiaan dan pekerja bantuan yang berusaha memberikan pertolongan di tengah pengepungan brutal. Salah satu serangan paling mematikan terjadi di kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara, yang menewaskan 40 orang, termasuk anak-anak. Serangan ini semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah yang sudah berada di bawah blokade sejak awal Oktober.

Salah satu korban dalam serangan ini adalah Mahmoud Almadhoun, seorang koki sekaligus pendiri Gaza Soup Kitchen. Mahmoud dikenal sebagai penyelamat bagi banyak warga Gaza yang kelaparan, mengatur distribusi makanan kepada mereka yang membutuhkan di tengah pengepungan yang ketat. Pada Sabtu (30/11), serangan drone Israel menewaskan Mahmoud, yang diyakini menjadi target karena dedikasinya dalam membantu Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahiya. Organisasi bantuan mengungkapkan, Mahmoud meninggalkan tujuh anak, termasuk bayi berusia dua minggu, yang kini harus menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.

Selain Mahmoud, serangan udara Israel juga menewaskan tiga pekerja dari World Central Kitchen di Khan Younis dan seorang staf dari Save the Children, Ahmad Faisal Isleem Al-Qadi, yang tewas dalam perjalanan pulang dari masjid. Kelompok bantuan ini beroperasi di Gaza untuk memberikan makanan, air, dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan oleh warga sipil yang terjebak dalam kekerasan ini.

Kondisi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk karena blokade ketat yang diberlakukan Israel. Selama hampir dua bulan, pasokan makanan, air, dan obat-obatan dihentikan, yang membuat rumah sakit kekurangan pasokan medis dan energi untuk merawat korban. Juru bicara Rumah Sakit Al-Aqsa, Khalil al-Daqran, mengungkapkan, “Kelaparan telah menyebar di seluruh Jalur Gaza. Warga menghadapi kehancuran total.”

Sementara itu, di Gaza selatan, warga masih mengantri untuk mendapatkan makanan dari dapur amal yang telah menjadi satu-satunya sumber bantuan bagi mereka yang selamat. Di tengah kesulitan ini, Hamas mengirimkan delegasi ke Kairo untuk membahas kemungkinan gencatan senjata, sementara keluarga tawanan Israel di Tel Aviv menuntut kesepakatan pembebasan kerabat mereka.

Di luar Gaza, solidaritas internasional terus mengalir dengan ribuan orang turun ke jalan di berbagai kota di dunia, termasuk Roma dan London, untuk memperingati Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina. Masyarakat global menyerukan intervensi untuk menghentikan serangan dan menyediakan bantuan kemanusiaan yang mendesak.

(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Pengungsi Bencana Tandihat di Huntara: Nyaman Tapi Rindu Rumah Sendiri

Nasional

Kemnaker Fokus Penguatan Sistem Hubungan Industrial Tahun 2026 untuk Lindungi Pekerja

Nasional

Kementerian Sosial Salurkan Bantuan Jaminan Hidup untuk Korban Banjir dan Longsor di Padangsidimpuan

Nasional

Hukuman Mati ABK Sea Dragon Medan Jadi Sorotan, Menteri Natalius Pigai: Bertentangan dengan Hak Asasi Manusia

Nasional

Tangis Ibunda ABK Sea Dragon Medan yang Dituntut Hukuman Mati: Saya Tidak Rela, Tidak Ikhkas!

Nasional

BRI Salurkan Dana Tunggu Hunian Rp1,8 Juta untuk 418 Warga Desa Hutagodang Terdampak Bencana