TANGERANG – Jenazah Zetro Leonardo Purba, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, yang menjadi korban penembakan tragis, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (9/9/2025) pukul 17.58 WIB.
Zetro tewas dalam insiden penembakan di dekat apartemennya di distrik Lince, Lima, Peru, pada 1 September 2025. Ia diduga menjadi korban pembunuhan oleh pembunuh bayaran yang memiliki kaitan dengan geng kriminal di Peru.
Jenazah dibawa menggunakan penerbangan KLM Royal Dutch Airlines KL809 rute Kuala Lumpur–Jakarta. Dalam penerbangan tersebut turut serta istri dan tiga anak Zetro, serta Duta Besar RI untuk Peru, Ricky Suhendar.
Setibanya di tanah air, suasana haru menyelimuti Human Remains Terminal Lounge (HRTL) Bandara Soetta. Tangis keluarga pecah saat peti jenazah dibawa dengan ambulans bandara untuk prosesi serah terima.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, hadir langsung menyambut jenazah bersama jajaran Kemlu, termasuk:
Plt. Sekjen Kemlu, Heru Hartanto
Plt. Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Umar Hadi
Direktur Perlindungan WNI, Judha Nugraha
Setelah prosesi penyambutan, jenazah diberangkatkan menggunakan ambulans Kementerian Luar Negeri menuju rumah duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Mengutip media Peru La Republica, penembakan terhadap Zetro diduga dilakukan oleh orang bayaran yang memiliki kaitan dengan geng kriminal 'One Family', yang dipimpin seseorang bernama 'El Chino'.
Geng ini dikenal terlibat dalam eksploitasi seksual, pemerasan, hingga pembunuhan bayaran. Saat insiden terjadi, Zetro diketahui tengah bersepeda bersama istrinya. Ia dicegat dan ditembak tiga kali oleh orang tak dikenal — satu peluru mengenai kepala dan menjadi fatal.