Jumlah Korban Tewas Akibat Kekerasan Sektarian di Kurram, Pakistan, Meningkat Jadi 133 Orang

BITVonline.com - Senin, 02 Desember 2024 11:28 WIB

BITVONLINE.COM – Jumlah korban tewas akibat kekerasan sektarian di wilayah barat laut Pakistan, tepatnya di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, terus meningkat. Hingga Senin (2/12/2024), tercatat setidaknya 133 orang tewas dan 177 lainnya terluka akibat bentrokan antara komunitas Muslim Sunni dan Syiah yang berlangsung sejak 21 November lalu. Kekerasan ini terjadi meskipun upaya untuk mencapai gencatan senjata melalui dewan tetua (jirga) suku setempat belum membuahkan hasil yang signifikan.

Kurram, yang terletak di dekat perbatasan Afghanistan, merupakan wilayah dengan populasi Syiah yang besar di negara dengan mayoritas Muslim Sunni ini. Kedua kelompok telah terlibat dalam bentrokan sektarian selama beberapa dekade terakhir, dan situasi semakin memanas dalam beberapa minggu terakhir.

Pemerintah provinsi Khyber Pakhtunkhwa mengonfirmasi jumlah korban yang terus bertambah dalam pertemuan kabinet mereka. “133 nyawa yang berharga telah hilang, dan 177 orang terluka” dalam bentrokan sporadis yang terjadi sejak pertengahan November, ujar pernyataan resmi yang dirilis pemerintah setempat.

Sebuah jirga suku telah dibentuk sebagai bagian dari upaya untuk meredakan ketegangan antara kedua komunitas. Namun, meskipun telah ada seruan untuk menghentikan kekerasan, gencatan senjata yang diinginkan masih sulit tercapai. Pemerintah provinsi pun berjanji untuk mengambil langkah tegas dengan membongkar bunker yang dibangun oleh kelompok bersenjata di wilayah Kurram dan menyita persenjataan berat yang digunakan dalam pertempuran tersebut.

“Bunker yang didirikan oleh kelompok bersenjata di Kurram akan dibongkar, dan persenjataan berat … akan disita,” demikian bunyi pernyataan pemerintah yang dilansir oleh kantor berita AFP.

Bentrokan terbaru yang memperburuk situasi terjadi pada Kamis lalu, saat dua konvoi Muslim Syiah yang sedang dalam perjalanan dan diawasi oleh polisi disergap oleh kelompok bersenjata. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 40 orang, dan pertempuran bersenjata yang terjadi selama beberapa hari setelahnya menyebabkan wilayah tersebut lumpuh. Akibatnya, jalan-jalan utama ditutup dan layanan telepon seluler terputus, sementara jumlah korban tewas terus meningkat.

Anfal Hussain, seorang pemilik apotek di daerah Parachinar, menggambarkan kondisi Kurram sebagai sangat sulit pada tahun 2024. “2024 sangat sulit bagi Kurram, dengan puluhan orang tewas dalam bentrokan ini,” katanya, mengungkapkan kesedihan dan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang terus berlanjut.

Kekerasan sektarian ini menambah daftar panjang ketegangan dan bentrokan antar kelompok agama yang telah mengganggu stabilitas Pakistan selama bertahun-tahun. Masyarakat setempat berharap upaya dewan tetua dapat mengurangi eskalasi konflik, meskipun tantangan besar masih dihadapi untuk mencapai perdamaian di wilayah tersebut.

(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026!

Nasional

“19 Juta Lapangan Kerja Mana?” Menaker Yassierli Akhirnya Buka Suara

Nasional

Ketua IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso Dipecat, Kemenkes Bantah Terkait Kritik Kolegium Anak

Nasional

Menag Nasaruddin Umar Jelaskan Alasan Sidang Isbat 1 Ramadan Dipindah ke Hotel Borobudur

Nasional

Fakta Menarik Ramadan 1447 H, Mengapa Durasi Puasa Bisa Berbeda di Setiap Negara?

Nasional

Dari Turkiye hingga Timor-Leste: 10 Negara Ini Berubah Nama dalam 20 Tahun Terakhir, Apa Alasannya?