JAKARTA — Aksi demonstrasi yang awalnya berlangsung damai kini berkembang menjadi ricuh di sejumlah daerah.
Aksi yang semula bertujuan menyuarakan aspirasi publik, khususnya terkait tuntutan pembubaran DPR dan reformasi lembaga legislatif, berubah menjadi tindakan anarkis yang mengarah pada kekerasan dan penyerangan terhadap fasilitas umum, termasuk kantor kepolisian.
Peristiwa tersebut menyebabkan setidaknya lima orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran adanya pihak-pihak tertentu yang mencoba menunggangi aksi untuk memecah belah bangsa.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menegaskan bahwa PSI mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan menolak segala bentuk provokasi yang berniat membenturkan Presiden dengan tokoh nasional lainnya, termasuk Presiden RI ke-7, Joko Widodo.
"Kami mendukung penuh kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Program-program pro-rakyat dan pemberantasan korupsi merupakan prioritas yang harus terus dilanjutkan," ujar Kaesang dalam pernyataannya, Senin (1/9/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa narasi yang menggiring opini publik seolah terjadi ketegangan antara Presiden Prabowo dan Presiden Jokowi adalah bentuk adu domba yang berbahaya.
"DPP PSI dengan tegas menyatakan bahwa itu bohong dan menyesatkan. Ini adalah adu domba yang dapat merusak persatuan antar-pemimpin dan sesama anak bangsa," tegasnya.
Presiden Prabowo Umumkan 12 Langkah Strategis
Menanggapi situasi nasional yang memanas, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan 12 poin sikap dan kebijakan yang bertujuan merespons aspirasi publik secara bijak dan bertanggung jawab.
Dalam konferensi pers yang digelar Minggu (31/8), Presiden didampingi sejumlah tokoh nasional, termasuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR RI Puan Maharani.
Berikut 12 langkah strategis Presiden Prabowo: