TOBA – Di tengah semaraknya ajang F1 Powerboat (F1H2O) yang digelar di kawasan Pelabuhan Muliaraja Napitupulu, Balige, Kabupaten Toba, Minggu (24/8/2025), kehadiran jemaat Gereja Zaitun Rasuli Indonesia (GZRI) menambah suasana hangat dan penuh makna dengan aksi sosial yang menyentuh hati masyarakat.
Dengan semangat kasih dan pelayanan, jemaat GZRI membagikan makanan dan minuman secara gratis kepada para penonton dan petugas yang berada di lokasi.
Aksi ini menjadi wujud nyata dari nilai-nilai iman Kristen, yaitu melayani, bukan untuk dilayani.
Salah satu warga, Delima, yang datang bersama kedua anaknya, tak bisa menyembunyikan rasa haru atas perhatian jemaat GZRI.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian yang dirasakannya sangat tulus.
"Mereka hadir saat kami membutuhkannya. Ini sangat menggugah hati kami. Kiranya Tuhan membalaskan kasih dan kebaikan para jemaat GZRI," ucapnya sembari menikmati minuman yang dibagikan.
Tidak hanya masyarakat umum, petugas keamanan dan petugas kebersihan yang berjaga di sekitar lokasi juga menerima pembagian makanan dan minuman tersebut.
Pendeta Ivan Nababan, S.Th., mewakili Gembala Sidang GZRI Pusat, Pendeta Thamrin Simanjuntak, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari panggilan iman jemaat untuk hadir di tengah masyarakat dengan kasih yang nyata.
"Apa yang kami lakukan mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan kasih dan anugerah Tuhan. Tapi inilah bentuk komitmen kami untuk melayani dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama," tuturnya.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan jemaat GZRI terhadap pemerintah daerah dalam menyukseskan event internasional F1H2O yang diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap pariwisata, ekonomi, dan nama baik Kabupaten Toba di kancah global.
"Kami berdoa agar event ini berkelanjutan dan bisa kembali digelar di Balige pada tahun-tahun mendatang. Sehingga visi-misi pemerintah daerah, yaitu TOBA MANTAP – Sejahtera Rakyatnya, Maju Daerahnya, Pembangunan Berkelanjutan – dapat terwujud," tambahnya.
Aksi sosial yang dilakukan jemaat GZRI ini menjadi contoh bahwa pembangunan daerah tidak hanya memerlukan aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga sentuhan spiritualitas dan solidaritas sosial dari seluruh elemen masyarakat.