BOGOR – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar serangkaian rapat maraton bersama sejumlah menteri dan jajaran direksi BUMN di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/8).
Rapat dimulai sejak siang hingga malam hari, menyoroti sektor strategis seperti pangan, pertambangan, hingga investasi nasional.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa rapat dibagi menjadi tiga sesi utama.
Sesi pertama difokuskan pada pengelolaan perkebunan, pertanian, serta lahan-lahan tak berizin yang dinilai dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan negara.
"Rapat pertama diikuti para Direktur Utama BUMN yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan. Presiden memberikan arahan mengenai optimalisasi lahan-lahan yang selama ini tidak termanfaatkan secara legal," ujar Teddy melalui keterangan tertulis di akun resmi @sekretariat.kabinet.
Sesi kedua, lanjut Teddy, melibatkan para Dirut BUMN sektor pertambangan, dengan fokus pembahasan pada tata kelola perizinan dan pemanfaatan tambang seperti nikel, emas, dan timah.
Diskusi ini menjadi bagian penting dalam upaya hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sektor sumber daya alam.
Adapun sesi ketiga, yang dihadiri oleh para menteri terbatas, membahas lebih luas mengenai perkembangan ekonomi nasional dan strategi percepatan investasi.
Diskusi ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan pemerintah ke depan tetap terarah dan responsif terhadap tantangan global.
Sejumlah menteri yang hadir dalam rapat ini di antaranya:
- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan
- Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani