BELU – Upaya pendekatan teritorial secara humanis kembali membuahkan hasil bagi Satgas Yonif 741/GN Pos Lakmars.
Pada Jumat (8/8/2025), satu pucuk senjata api jenis Springfield, satu buah granat tangan jenis manggis, dan 20 butir munisi aktif diserahkan secara sukarela oleh salah satu warga Dusun Lakmarastas, Desa Lakmaras, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Barang-barang berbahaya tersebut diserahkan oleh seorang warga berinisial SA (68 tahun), yang diketahui merupakan petani setempat.
SA mengaku bahwa senjata dan amunisi itu merupakan peninggalan dari orang tuanya yang dahulu menjadi tenaga bantuan dalam masa operasi keamanan saat konflik di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Timur.
Penyerahan ini merupakan buah dari kepercayaan dan hubungan erat yang terjalin antara masyarakat dan personel Pos Lakmars.
Selama dua pekan terakhir, Satgas Yonif 741/GN aktif terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan, termasuk perehaban rumah warga, pelayanan kesehatan, dan kegiatan sosial lainnya yang dilakukan secara gotong royong dan penuh semangat kekeluargaan.
Komandan Pos Lakmars, Letda Inf Rizkyanto Wiyardi, menyampaikan apresiasi atas kesadaran dan kepercayaan yang ditunjukkan oleh warga binaannya.
Ia menjelaskan bahwa proses penyerahan dilakukan secara sukarela dan damai, setelah pihaknya memberikan pemahaman tentang bahaya serta larangan kepemilikan Jatmuhandak (senjata, munisi, dan bahan peledak) secara ilegal.
"Ini adalah bukti bahwa pendekatan yang humanis dan berkelanjutan dapat membangun kesadaran serta kepercayaan dari masyarakat. Kami sangat mengapresiasi keberanian dan itikad baik dari bapak SA," ujar Letda Rizkyanto.
Seluruh barang yang diserahkan kini telah diamankan di Pos Lakmars, dan selanjutnya akan dilaporkan serta diserahkan ke Makosatgas Yonif 741/GN guna proses lebih lanjut sesuai prosedur hukum dan ketentuan yang berlaku.
Penyerahan ini sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan RI–RDTL (Republik Demokratik Timor Leste).
Satgas Yonif 741/GN pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah dengan melaporkan atau menyerahkan barang-barang sejenis apabila masih ditemukan di lingkungan sekitar.*