Menteri Pertahanan Korsel Kim Yong-hyun Mundur Terkait Darurat Militer yang Diberlakukan Presiden Yoon Suk-yeol

BITVonline.com - Kamis, 05 Desember 2024 03:57 WIB

korea selatan -Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Yong-hyun, mengajukan pengunduran dirinya pada Kamis (5/12/2024) setelah Presiden Yoon Suk-yeol memberlakukan darurat militer di negara tersebut. Keputusan Kim diambil dalam situasi yang semakin memanas menyusul ketegangan politik yang dipicu oleh langkah Presiden Yoon yang kontroversial.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor kepresidenan Korea Selatan, disebutkan bahwa Presiden Yoon telah menerima pengunduran diri Kim Yong-hyun. Presiden juga menunjuk Duta Besar Korea Selatan untuk Arab Saudi, Choi Byung-hyuk, sebagai calon pengganti Kim.

Pemberlakuan darurat militer oleh Presiden Yoon pada Rabu malam (3/12) telah menimbulkan gelombang protes dan kecemasan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam pidatonya, Yoon mengungkapkan alasan pemberlakuan darurat militer adalah sebagai respons terhadap ancaman dari Korea Utara dan apa yang disebutnya sebagai “pasukan anti-negara.” Namun, Yoon tidak merinci lebih lanjut mengenai ancaman tersebut, yang justru memicu spekulasi di kalangan publik dan politikus.

Meskipun darurat militer hanya berlangsung enam jam, langkah tersebut menyebabkan kekhawatiran besar. Parlemen Korea Selatan, yang saat ini dikuasai oleh partai oposisi, segera mengambil langkah untuk membatalkan status darurat dengan memenangkan voting yang menghapuskan status tersebut. Namun, selama waktu darurat yang singkat, protes besar-besaran oleh warga Korsel terjadi, dengan banyak yang turun ke jalan menuntut transparansi dan penjelasan dari pemerintah.

Keputusan Yoon untuk memberlakukan darurat militer memicu ketegangan politik yang lebih dalam. Partai oposisi yang menguasai parlemen mengkritik kebijakan ini dan berencana untuk memakzulkan Presiden Yoon. Sebagai respons, partai penguasa, People Power Party, menyatakan bahwa mereka akan berusaha menggagalkan rencana pemakzulan tersebut.

Di tengah ketegangan domestik, negara-negara sekutu Korea Selatan, serta negara-negara tetangga, menyuarakan kekhawatiran atas situasi yang berkembang di Negeri Ginseng. Mereka meminta agar pemerintah Korsel memberikan penjelasan lebih lanjut terkait alasan di balik kebijakan darurat militer yang penuh kontroversi ini.

Pemberlakuan darurat militer yang berujung pada ketegangan politik dan protes warga menunjukkan adanya pembelahan yang semakin lebar dalam politik domestik Korea Selatan. Seiring dengan rencana pemakzulan dan langkah-langkah lebih lanjut dari pemerintah, situasi politik di negara ini akan terus menjadi sorotan dunia internasional.

(n/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

300 Pramuka Siaga Ramaikan “Pesta Siaga” di Raman Utara, Belajar Keterampilan Hidup Secara Langsung

Nasional

Karang Taruna Sukoharjo dan PWI Gelar Donor Darah Gratis Jelang Ramadan 2026

Nasional

Kwarran Sukoharjo Gelar Ramadhan Scouting Competition 2026 di Pringsewu, Bentuk Generasi Pramuka Cakap dan Berakhlak

Nasional

Alumni UGM Sumsel Dikukuhkan, Joncik Muhammad Tekankan “Guyub, Rukun, Migunani”

Nasional

Membangun Generasi Disiplin, Satgas Damai Cartenz 2026 Latih Baris-Berbaris Siswa SD Dondobaga di Papua

Nasional

Kepala Bidang DPMPTSP Tanggamus Ditemukan Meninggal di Kantor, Diduga Serangan Jantung