NIAS SELATAN - Sebuah pemberitaan daring memantik kehebohan publik setelah menyebut bahwa Kepala SMK Negeri 1 Idanotae, Kristian Lase, diduga pernah mengakui memberikan uang kepada tim audit guna menutup temuan dalam pengelolaan Dana BOS. Namun, kabar tersebut langsung dibantah keras oleh pihak sekolah.
Dalam klarifikasinya, Kristian Lase menyatakan bahwa informasi itu tidak benar dan tidak pernah ia ucapkan kepada siapa pun.
"Tidak benar. Saya tidak pernah mengatakan hal seperti itu kepada siapa pun," ujarnya dengan nada kecewa, Selasa (5/8).
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan Dana BOS dari tahun 2020 hingga 2024 telah dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku.
"Dana BOS tahun 2020 sampai 2024 di sekolah ini telah dijalankan sesuai petunjuk teknis," tegasnya.
"Tidak Pernah Ada Audit" vs Pernyataan Dinas
Menariknya, Kristian Lase juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini, tidak pernah ada audit dari pihak Inspektorat maupun Dinas Pendidikan terhadap pengelolaan dana BOS di sekolah yang ia pimpin.
"Tidak pernah ada audit," katanya singkat namun mantap.
Namun, versi berbeda disampaikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan. Menurut mereka, proses audit dilakukan secara rutin setiap tahun oleh tim yang langsung turun ke sekolah.
"Audit dilakukan setiap tahun. Prosedurnya, tim audit datang langsung ke sekolah," jelas seorang perwakilan dari Dinas Pendidikan.
Pihak dinas juga menambahkan bahwa selama ini tidak ada laporan pelanggaran yang diterima dari SMK N 1 Idanotae.
"Tidak pernah ada laporan pelanggaran dari SMK N 1 Idanotae," tambahnya.