MEDAN - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Sumatera Utara menyoroti tajam dinamika geopolitik global yang tengah berkembang, khususnya terkait konflik yang terus memanas di Timur Tengah antara Israel dan Palestina.
Melalui pernyataan resmi, Zulbadri, Presidium KAMI Sumut, menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh bersikap gamang atau abu-abu dalam menyikapi isu kemanusiaan tersebut.
"Konstitusi kita menolak segala bentuk penjajahan. Tidak ada ruang netral dalam menghadapi ketidakadilan global. Palestina bukan isu luar negeri biasa—ini mandat sejarah dan moral bangsa Indonesia," tegas Zulbadri, Kamis (11/7/2025).
Menurutnya, sikap politik luar negeri Indonesia harus berpijak pada enam doktrin konstitusional, yakni:
Kedaulatan Tuhan
Penghapusan penjajahan
Perlindungan terhadap segenap bangsa Indonesia
Pemajuan kesejahteraan umum
Pencerdasan kehidupan bangsa
Partisipasi aktif dalam menciptakan perdamaian dunia berdasarkan keadilan sosial
"Presiden Prabowo dan pemerintah Indonesia harus mengingat bahwa diam terhadap penjajahan bukanlah netralitas, melainkan kelalaian moral," tambahnya.
Zulbadri juga menyinggung warisan penting Konferensi Asia-Afrika 1955 dan Dasa Sila Bandung, yang menurutnya menjadi fondasi etis kebijakan luar negeri Indonesia. Ia menilai, di tengah transisi dunia menuju tatanan multipolar, Indonesia harus menjadi arsitek normatif, bukan sekadar pengikut arus kekuatan global.