INALUM Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla: Bentuk Masyarakat Peduli Api di Silalahi II untuk Lindungi Danau Toba

Muhammad Taufik - Selasa, 08 Juli 2025 09:53 WIB
PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) secara aktif mendukung pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Silalahi II, Kabupaten Dairi. (m.taufik/bitv)

DAIRI -Dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) secara aktif mendukung pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Silalahi II, Kabupaten Dairi. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba.

Kegiatan pembentukan MPA berlangsung selama dua hari, melibatkan berbagai unsur penting, antara lain Pemerintah Desa, Manggala Agni DAOPS SUM I Sibolangit, Dalkarhutla, serta jajaran Koramil setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Silalahi II, perwakilan PT INALUM dari Departemen Konservasi dan Penghijauan, dan Kepala Manggala Agni.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan INALUM, A. Iqbal Harahap, secara simbolis menyerahkan bantuan berupa peralatan pemadam kebakaran dan alat pelindung diri (APD) kepada 30 anggota MPA. Bantuan tersebut mencakup 10 unit jet shooter, 10 alat pemukul api, 10 garukan besi, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya. Diharapkan, perlengkapan ini mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat tim MPA dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayahnya.

"MPA adalah mitra strategis dalam menjaga ekosistem kawasan Danau Toba. INALUM berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah kolektif dalam menciptakan sistem pengendalian karhutla yang tangguh dan berkelanjutan," ujar Iqbal Harahap.

Senada dengan hal tersebut, Irwan Sitanggang, Kepala Manggala Agni DAOPS SUM I Sibolangit, menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla sangat bergantung pada kolaborasi aktif antara pemerintah dan masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan warga Desa Silalahi II dalam kegiatan ini.

Kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan karhutla, melibatkan anggota MPA, personel Manggala Agni, dan tim Dalkarhutla. Simulasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, kerja sama lintas instansi, serta pemahaman warga terhadap tata cara penanggulangan kebakaran hutan secara efektif dan aman.

Sementara itu, dukungan dari pihak militer disampaikan oleh Peltu Ejen Sidiwi dari Koramil setempat, yang menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai bahaya pembukaan lahan dengan cara dibakar. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam deteksi dini dan pelaporan titik api di wilayah sekitar Danau Toba.

Melalui pembentukan MPA di Silalahi II, INALUM berharap upaya ini tidak hanya menjadi langkah teknis dalam pengendalian karhutla, tetapi juga menjadi gerakan sosial untuk membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian Danau Toba sebagai warisan alam dan aset nasional.*

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

BMKG Ingatkan Puncak Musim Kemarau Mulai Juli 2026, Ini Daftar 10 Wilayah yang Perlu Waspada

Nasional

Karhutla di 5 Kabupaten Aceh Diduga Sengaja Dibakar, Polisi Buru Pelaku

Nasional

Prabowo Siapkan Jurus Hadapi El Nino 2026–2027, Fokus Modifikasi Cuaca

Nasional

INALUM dan Pemkab Humbang Hasundutan Perkuat Garda Terdepan Pencegahan Karhutla Melalui Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

KSP Pastikan Penanganan Karhutla Dilakukan Cepat, Terpadu, dan Terukur Hadapi Musim Kemarau 2026

Nasional

Aceh Siaga Hadapi Ancaman Karhutla 2026, Forkopimda Siapkan Langkah Cepat Cegah Kebakaran Hutan