BELU -Kepedulian dan kehadiran nyata TNI kembali terlihat di wilayah perbatasan. Kali ini, Pos Mahen yang berada di bawah naungan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY menunjukkan empatinya terhadap warga Desa Baudaok, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, dengan turut serta dalam prosesi pemakaman warga yang meninggal dunia, alm. Antania Mako.
Kegiatan kemanusiaan ini dilakukan pada Selasa (3/6/2025) sebagai bentuk solidaritas dan kedekatan antara TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan yang selama ini dikenal memiliki keterbatasan akses dan fasilitas.
Hadir Saat Suka dan Duka
Danpos Mahen, Sertu Teguh, menyampaikan bahwa kehadiran personel Pos Mahen bukan sekadar bentuk formalitas, melainkan wujud dari komitmen pelayanan dan kemanusiaan.
"Kami turut berduka cita dan merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kami yang sedang mengalami musibah. Ini merupakan bagian dari tugas kami di perbatasan, untuk selalu hadir bersama masyarakat, baik dalam suka maupun duka," ungkapnya.
Dalam prosesi pemakaman tersebut, anggota TNI dari Pos Mahen terlibat aktif dalam penggalian liang lahat, pengangkutan jenazah, hingga dukungan logistik lain yang diperlukan demi kelancaran kegiatan adat pemakaman.
Kegiatan ini menegaskan peran TNI tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan perbatasan yang memerlukan perhatian lebih.
Membangun Kemanusiaan dan Kepercayaan
Dengan aksi nyata ini, TNI terus mempererat hubungan emosional dan sosial dengan masyarakat. Masyarakat pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran dan bantuan dari Pos Mahen.
"Kiranya dengan kehadiran kami dapat memberikan ketenangan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan," tambah Sertu Teguh.*