FAO: Salinitas Tanah Mengancam Produksi Pangan Global, 1,4 Miliar Hektare Terkena Dampak

BITVonline.com - Sabtu, 14 Desember 2024 12:29 WIB

BITVONLINE.COM–Penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengungkapkan bahwa tingginya kandungan garam di tanah dapat merusak produksi pangan global secara signifikan. FAO memperkirakan bahwa salinitas yang berlebihan dapat menyebabkan kegagalan panen hingga 70 persen, dengan lebih dari 1,4 miliar hektare lahan di seluruh dunia sudah terpengaruh oleh masalah ini.

“Dampak salinitas terhadap produksi pangan semakin nyata. Sekitar 10 persen dari total lahan global, atau sekitar 1,4 miliar hektare, telah terdampak salinitas, dan tambahan 1 miliar hektare lagi dikategorikan berisiko,” ujar FAO dalam laporan resminya yang dirilis pada Sabtu (14/12/2024).Negara-negara dengan wilayah yang luas dan padat penduduk, seperti China, Amerika Serikat, Rusia, Australia, dan Argentina, tercatat sebagai negara dengan dampak signifikan akibat peningkatan salinitas tanah. Selain itu, wilayah Asia Tengah, termasuk Afghanistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan, juga menjadi titik panas yang paling berisiko. Iran dan Sudan adalah negara yang paling parah terkena dampak, dengan tekanan salinitas yang mengancam hasil panen hingga 70 persen.

“Di beberapa negara yang paling terdampak, seperti di Asia Tengah dan Timur Tengah, masalah salinitas ini berpotensi menyebabkan hilangnya sebagian besar hasil pertanian utama seperti padi dan kacang-kacangan,” kata FAO dalam laporannya.Para ilmuwan FAO mengidentifikasi dua penyebab utama meningkatnya salinitas tanah: perubahan iklim dan praktik pertanian yang tidak berkelanjutan. Dengan meningkatnya suhu global, diperkirakan seperempat hingga sepertiga dari lahan di dunia akan terdampak oleh salinitas dalam beberapa dekade mendatang.

FAO juga menyoroti peran eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya air tawar, yang menyebabkan salinisasi air tanah akibat penggunaan air irigasi yang berlebihan. “Selama abad terakhir, penggunaan air tawar global meningkat enam kali lipat, dan ini menyebabkan salinisasi air tanah yang semakin parah,” tambah mereka.Tanah yang mengandung garam berlebih tidak hanya mengurangi kesuburannya, tetapi juga memperburuk kualitas air yang tersedia untuk tanaman. Garam mengikat air dan mengurangi ketersediaan air yang dapat diserap oleh tanaman, serta merusak struktur fisik tanah dengan menyebabkan penggumpalan dan meningkatkan risiko erosi. Ini menyebabkan tanah menjadi kurang produktif dan berkurangnya kemampuan tanah untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan.Laporan FAO juga mencatat bahwa 10 persen daratan dunia kini mengalami salinitas. Oleh karena itu, sangat penting bagi negara-negara untuk mengelola tanah dengan cara yang berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan ekosistem, kualitas air, dan produktivitas tanah.(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Pelayanan Publik Medan Kini Lebih Cepat dan Bersih, Ini Tiga Gebrakan Rico Waas di 2026

Nasional

BiiFest 2026 Resmi Dibuka, ICMI Bogor Dorong Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Nasional

Polisi Tangkap Petani di Bireuen, Angkut 50 Kilogram Ganja dari Nagan Raya

Nasional

Sumut Perkuat Layanan Sosial dan Penanganan Bencana, Wagub Surya Tegaskan Sinergi Pusat-Daerah

Nasional

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Sertifikat Kompetensi bagi Peserta Magang Nasional 2025

Nasional

Wali Kota Medan Dorong Pembenahan Total PUD Pembangunan, Empat Aset Jadi Fokus Utama