Rusia Tunda Keputusan Nasib Pangkalan di Suriah, Dialog Lanjutan dengan Oposisi

BITVonline.com - Senin, 16 Desember 2024 13:42 WIB

SURIAH– Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait nasib pangkalan militer Rusia yang ada di Suriah. Peskov menjelaskan, keputusan tersebut akan ditentukan setelah adanya pembicaraan lebih lanjut dengan pihak oposisi Suriah.

“Belum ada keputusan akhir mengenai masalah ini saat ini. Kami sedang berhubungan dengan perwakilan pasukan yang saat ini mengendalikan situasi di negara ini, dan semua ini akan ditentukan selama dialog,” ujar Peskov, seperti dikutip dari Sputnik Internasional.Namun, beberapa pejabat Suriah memberikan pernyataan yang memperjelas bahwa Rusia telah menarik sejumlah pasukannya dari Suriah. Menurut keterangan empat pejabat Suriah, Rusia dilaporkan telah menarik mundur militernya dari garis depan di Suriah utara dan dari pos-pos di Pegunungan Alawite. Meski demikian, dua pangkalan utama Rusia di Suriah tetap berada dalam pengawasan Rusia, meskipun Presiden Bashar al-Assad telah kehilangan kendali penuh atas sebagian besar wilayah.Pernyataan tersebut sejalan dengan bukti rekaman satelit yang menunjukkan keberadaan dua pesawat kargo Antonov AN-124 di pangkalan Hmeimim pada Jumat (13/12/2024). Para analis berpendapat bahwa keberadaan pesawat-pesawat ini mungkin berkaitan dengan persiapan Rusia untuk mengembalikan pasukan militer ke Suriah.Salah satu pesawat tersebut dilaporkan telah berangkat ke Libya pada Sabtu (14/12/2024), sebuah langkah yang semakin memunculkan spekulasi tentang kemungkinan pergeseran strategi Rusia di kawasan tersebut.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan oposisi Suriah, khususnya dengan komite politik Hayat Tahrir al-Sham (HTS). Rusia berharap untuk memastikan bahwa kelompok yang telah menggulingkan mantan Presiden Bashar al-Assad itu berkomitmen menjaga stabilitas di Suriah pasca-konflik.“Rusia berharap kelompok itu akan memenuhi janjinya untuk menjaga ketertiban, mencegah segala hal yang tidak diinginkan, dan menjamin keselamatan diplomat dan warga negara asing lainnya,” kata Bogdanov, dikutip dari Al-Arabiya.Dalam pembicaraan tersebut, Rusia juga dilaporkan meminta HTS untuk menjaga kehadiran militernya di Suriah guna menjaga stabilitas lebih lanjut dan mencegah ancaman terhadap kawasan tersebut.Langkah ini semakin memperlihatkan betapa pentingnya peran Rusia dalam perpolitikan Suriah, meski pihak oposisi kini semakin mendominasi dalam pemerintahan negara tersebut. Rusia berharap, meskipun pasukannya mundur dari beberapa posisi strategis, negara ini tetap dapat mempertahankan pengaruhnya di Suriah.(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

PSI Sebut Kader NasDem Bakal Merapat, Pengumuman Disiapkan Jadi “Kejutan”

Nasional

Usai SP3, Rismon Sianipar Tantang Roy Suryo Debat Terbuka Soal Ijazah Jokowi: Gak Usah Bawa Cheerleader!

Nasional

Menaker Ingin Itjen Tak Lagi Sekadar Cari Temuan, Tapi Cegah Masalah Sejak Awal

Nasional

Kapolda Aceh: Revisi UUPA Harus Sesuai Kebutuhan Nyata Masyarakat

Nasional

Mualem Usul Dana Otsus Aceh Naik Jadi 2,5 Persen dalam Rapat Revisi UUPA di DPR: Minimal, Kalau Bisa Lebih

Nasional

Wagub Aceh Dorong UMKM dan BUMDes Jadi Motor Ekonomi di Program MBG Pascabencana