JAKARTA -Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) menggelar aksi solidaritas di depan gedung Sarinah, Jakarta Pusat, pada Senin (7/4/2025), untuk menuntut perdamaian di Palestina dan menghentikan serangan brutal Israel terhadap anak-anak, perempuan, serta tenaga medis.
Aksi ini turut dihadiri oleh Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, yang ikut berorasi mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi yang terjadi di Gaza.
Sejak pukul 16.40 WIB, massa yang terdiri dari tenaga kesehatan dan aktivis ini mulai memadati kawasan Sarinah. Mereka mengenakan keffiyeh di leher dan membawa poster bertuliskan "Lindungi Relawan Kemanusiaan" dan "Lindungi Tenaga Kesehatan", serta mengibarkan bendera Palestina dan Indonesia sebagai simbol solidaritas.
Dalam aksi ini, mereka juga menggelar konvoi ambulans yang berkeliling dari Bundaran HI hingga Patung Kuda Monas, dengan sirine ambulans yang menyuarakan solidaritas mereka.
Piprim Basarah Yanuarso dalam orasinya menegaskan bahwa brutalitas yang dilakukan oleh Israel terhadap warga sipil, terutama anak-anak, perempuan, dan tenaga kesehatan, harus dihentikan segera.
"Pemimpin dunia harus bersatu menghentikan kebiadaban Israel, baik secara politik maupun ekonomi," ungkapnya.
Aksi ini juga dipicu oleh peristiwa serangan brutal terhadap 15 tenaga medis dan paramedis yang terjadi pada 23 Maret 2025, yang diungkap oleh Bulan Sabit Merah Palestina.
Menurut video yang dirilis oleh organisasi tersebut, para petugas medis yang tengah menjalankan tugas diserang dan dibunuh oleh pasukan Zionis Israel.
Ini bertentangan dengan hukum internasional yang melarang serangan terhadap fasilitas medis dalam peperangan.
Video yang diunggah oleh Bulan Sabit Merah Palestina pada 5 April 2025 memperlihatkan kekejaman serangan yang mengarah pada kejahatan perang.
Israel sebelumnya mengklaim bahwa mereka menembak pejuang Hamas dan Jihad Islam, namun video tersebut dengan jelas membantah klaim itu, menunjukkan bahwa yang mereka tembak adalah paramedis dan kru tanggap darurat.
Aksi solidaritas yang berlangsung hingga pukul 17.30 WIB ini bertujuan untuk menarik perhatian dunia internasional agar mengambil langkah nyata dalam menghentikan kekerasan terhadap warga Palestina dan melindungi tenaga kesehatan yang berperan penting dalam menangani krisis kemanusiaan di sana.*