JAKARTA -LF PBNU mencatat bahwa di seluruh wilayah Indonesia, hilal berada di bawah ufuk, dengan ketinggian terendah tercatat di Merauke, Papua Selatan (-3 derajat 24 menit) dan tertinggi di Lhoknga, Aceh (-0 derajat 59 menit).
Selain itu, elongasi hilal berkisar antara 2º 58' hingga 3º 01', sementara lama hilal di atas ufuk adalah 0 detik.
"Hal ini mengingat kedudukan hilal di seluruh Indonesia berada pada zona istihalah al-rukyah (mustahil terlihat)," tulis LF PBNU dalam laporannya, Sabtu (29/3/2025).
Meskipun hilal mustahil terlihat, LF PBNU tetap mendorong para perukyat NU di seluruh Indonesia untuk melakukan rukyatul hilal pada sore hari ini.
Hal ini dilakukan sebagai bagian dari proses penetapan awal Syawal 1446 H oleh pemerintah melalui sidang isbat.
"Lembaga Falakiyah PBNU mendorong perukyah Nahdlatul Ulama se-Indonesia untuk melaksanakan rukyatul hilal awal bulan Syawal 1446 H," demikian tertulis dalam Surat Penjelasan Rukyah Syawal 1446 H Nomor 52/PB.08/A.ll.08.13/13/03/2025 yang ditandatangani Ketua dan Sekretaris LF PBNU KH Sirril Wafa dan H Asmui Mansur.
Keputusan resmi awal Syawal 1446 H akan diumumkan setelah sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI pada Sabtu malam ini.