JAKARTA -Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menegaskan bahwa kehidupan demokrasi di Indonesia dalam kondisi baik dan bahkan mengalami surplus di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pigai mengatakan hal tersebut di kantornya pada Selasa (11/3), mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam keadaan yang sangat demokratis.
Menurut Pigai, bukti nyata dari surplus demokrasi ini terlihat dari tidak adanya penangkapan terhadap wartawan.
Wartawan, yang merupakan pilar keempat dalam sistem demokrasi, tidak hanya bebas menjalankan tugasnya, tetapi juga tidak ada indikasi ancaman atau teror terhadap mereka.
"Dan kalau wartawan tidak ada yang ditangkap, kita surplus demokrasi.
Belum pernah kan ada wartawan yang diteror? Dan tidak akan pernah ada," ungkap Pigai.
Pigai menjelaskan bahwa demokrasi adalah hal yang sangat vital dalam sebuah negara.
Ia menyatakan, "Demokrasi itu adalah negara itu bernyawa. Nyawa bernegara itu adalah salah satunya, pilar utama, itu adalah demokrasi.
Karena itu demokrasi bisa menjaga paling tidak selama kepemimpinan Prabowo Subianto."
Surplus demokrasi yang dimaksud Pigai merujuk pada kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat, yang dianggapnya sebagai fondasi utama dalam sistem pemerintahan yang demokratis.
Dalam pernyataannya, Pigai menggarisbawahi bahwa demokrasi akan terus terjaga di bawah pemerintahan saat ini.
(kp/n14)