Kampung Dao: Warga Bertahan di Kontrakan Murah Rp 350.000 di Jakarta Utara

Redaksi - Kamis, 26 Desember 2024 13:00 WIB

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/12676d0ce91ae38.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

JAKARTA- Di Kampung Dao, RT 13 RW 05, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, sejumlah warga memilih untuk tetap tinggal di kontrakan dengan harga sewa yang sangat terjangkau, yaitu Rp 350.000 per bulan. Keputusan mereka bertahan di kawasan ini sebagian besar karena faktor harga yang murah serta kedekatannya dengan sekolah anak-anak mereka.

Richard, salah satu pengontrak di Kampung Dao, mengungkapkan alasan mengapa ia memilih bertahan. “Harganya murah juga, buat saya terjangkau, anak-anak sekolah dekat,” ujar Richard saat diwawancarai pada Kamis (26/12/2024).

Sulastri, seorang ibu berusia 36 tahun yang juga mengontrak di kawasan tersebut bersama suami dan anaknya, memiliki alasan serupa. Menurutnya, harga kontrakan di Kampung Dao jauh lebih murah dibandingkan dengan tempat lain. “Karena kalau di sini, harganya kan agak miring. Kalau di sana mahal,” kata Sulastri. Mereka tinggal di kontrakan kecil berukuran 2×3 meter dengan dinding triplek yang cukup untuk melindungi mereka dari hujan dan terik matahari.

Meskipun kontrakan tersebut tidak dilengkapi dengan kamar mandi, Sulastri dan keluarganya merasa tidak ada pilihan lain. Suaminya bekerja sebagai pegawai di toko sparepart elektronik di Glodok dengan penghasilan sekitar Rp 3,5 juta per bulan. Namun, penghasilan tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dan membayar kontrakan. “Enggak bisa, enggak mampu, karena kalau dari penghasilan bulanannya aja dibagi buat makan, buat anak istri, enggak cukup,” ujar Sulastri.

Rosma (19), yang tinggal di kontrakan dengan suami, mengaku tidak terlalu peduli soal harga kontrakan yang murah. Bagi Rosma, yang terpenting adalah bisa memiliki tempat untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas. “Saya sih ikut suami, kita sih enggak pentingin mau murah atau gimana, yang penting bisa tidur aja,” ungkapnya. Meskipun ruangannya terbatas, Rosma merasa nyaman tinggal di tempat tersebut. “Nyaman tinggal di sini,” katanya.

Kehidupan di Kampung Dao menunjukkan realitas yang dihadapi oleh warga dengan penghasilan terbatas, yang harus memilih tempat tinggal yang sesuai dengan kemampuan mereka meskipun fasilitas yang ada sangat terbatas.

(Christie)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Illiza Resmikan Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas' di Museum Tsunami Aceh, Angkat Kisah Ketangguhan Korban Bencana

Nasional

Dewas KPK Masih Dalami Aduan Etik Pengalihan Tahanan Eks Menag Yaqut, Hasilnya Segera Diputus

Nasional

Pertamax Turun Lagi, Bahlil: Wajar, Kita Cuma Ikuti Harga Dunia

Nasional

Klaim Rp206 Juta Roy Suryo Dibantah Ahli, Aturan Cuma Batasi Maksimal Rp100 Juta

Nasional

Rekor 72 Bulan Surplus Tumbang, Neraca Dagang RI Kembali Defisit di Juni

Nasional

Komnas Anak RI Usulkan Rumah Anak di Asahan, Wabup Rianto Siap Pelajari Realisasinya