JAKARTA -Israel menangguhkan pembebasan lebih dari 600 tahanan Palestina yang seharusnya dibebaskan pada Sabtu (22/2) sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Penundaan ini terjadi setelah milisi Hamas mengirimkan jenazah yang salah sebagai bagian dari pertukaran dalam kesepakatan tersebut.
Menurut laporan dari perusahaan penyiaran Israel, KAN, pemerintah Israel mengungkapkan bahwa mereka memutuskan untuk menunda pembebasan setelah Hamas mengirim jenazah yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Pada Kamis (20/2), Israel menerima empat jenazah dari Hamas, dengan identitas tiga jenazah terkonfirmasi sebagai Oded Lifshitz, Kfir Bibas, dan Ariel Bibas, yang sudah disepakati. Namun, jenazah keempat bukanlah jenazah yang diharapkan, yaitu Shiri Bibas.
Setelah perbaikan dilakukan, pada Jumat (21/2), Hamas mengirimkan jenazah yang benar, yang kemudian dikonfirmasi oleh badan forensik Israel. Meski demikian, Israel tetap menunda pembebasan para sandera Palestina, yang sedianya akan dilakukan pada malam itu.