Hamas Desak Gencatan Senjata di Gaza, Israel Bertahan dengan Syarat Baru

BITVonline.com - Sabtu, 04 Januari 2025 09:26 WIB

Gaza City – Negosiasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel kembali menjadi sorotan. Pejabat senior Hamas, Basem Naim, menegaskan bahwa pihaknya serius dalam pembicaraan damai yang berlangsung di Doha, Qatar, Jumat (3/1/2025). Pembahasan difokuskan pada perjanjian gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel dari Gaza. Mediator dari Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat telah terlibat dalam negosiasi selama beberapa bulan terakhir. Namun, kesepakatan masih jauh dari kata final karena kedua belah pihak saling tuduh atas kegagalan pembicaraan.

Hamas menuding Israel menetapkan syarat-syarat baru, sementara Israel menuduh Hamas menciptakan hambatan tambahan. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyetujui kelanjutan diskusi di Doha. Qatar sendiri optimistis momentum perdamaian akan terwujud pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS. Saat negosiasi berjalan, serangan udara Israel pada Jumat (3/1/2025) menewaskan lebih dari 110 orang.

Otoritas kesehatan Palestina melaporkan 40 kematian pada Jumat, menyusul 71 korban sehari sebelumnya di Al-Mawasi, Gaza tengah, yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona aman. Militer Israel menyatakan serangan menargetkan 40 lokasi militan, termasuk pusat komando Hamas. Mereka mengklaim telah meminimalkan risiko terhadap warga sipil dengan menggunakan amunisi presisi dan pengawasan udara. Namun, Hamas membantah tuduhan bahwa mereka menggunakan penduduk sipil sebagai tameng.

Serangan terus berlanjut di Al-Bureij, Gaza tengah, di mana militer Israel memerintahkan evakuasi penduduk. Di sisi lain, pasukan Israel menemukan gudang senjata dan terowongan bawah tanah di kota-kota dekat perbatasan utara. Cuaca musim dingin memperparah penderitaan ratusan ribu orang yang berlindung di kamp pengungsian darurat. Israel menahan lebih dari 10.300 warga Palestina, sementara Hamas dilaporkan menawan 100 orang Israel. Kelompok itu juga menyatakan puluhan tahanan tewas akibat serangan udara.

(christie)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

20 Kelompok Tani Siatas Barita Terima Pupuk Bersubsidi, Ongkos Angkut Gratis!

Nasional

63 Persen Saham Freeport Milik Indonesia, Ini Strategi Pemerintah

Nasional

Wow! Harga Emas Antam Naik Tinggi, 1 Gram Kini Rp 3 Juta

Nasional

Bahlil Tegaskan: Investasi AS di Mineral Kritis Dibuka, Ekspor Bahan Mentah Tetap Dilarang

Nasional

Indonesia Siap Bertanding di SEA Games 2027 Malaysia, Meski Daftar Cabor Masih Negosiasi

Nasional

Haedar Nashir Tegaskan Posisi Polri Tidak Perlu Dipindah ke Kementerian