Aksi Massa Israel Demo Serukan Permukiman Yahudi di Gaza

BITVonline.com - Senin, 29 Januari 2024 05:35 WIB

YERUSALEM – Ribuan warga Israel memadati jalanan Yerusalem dalam sebuah aksi massa yang menggetarkan, menyerukan pembangunan kembali permukiman Yahudi di wilayah yang kontroversial, Jalur Gaza. Dalam aksi yang dilaporkan oleh AFP pada Senin (29/1/2024), kehadiran sejumlah menteri kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, termasuk Menteri Keamanan Nasional yang kontroversial, Itamar Ben-Gvir, menandakan dukungan dari pemerintahan yang beraliran radikal sayap kanan terhadap permukiman tersebut.

Meskipun Netanyahu telah secara tegas menolak ide pembangunan permukiman Yahudi di daerah kantong Palestina itu, aksi massa yang berlangsung di Yerusalem pada Minggu (28/1) menunjukkan adanya perubahan posisi dalam pemerintahan Israel. Momentum ini mencerminkan peningkatan pengaruh kelompok sayap kanan yang mengadvokasi pembangunan permukiman di wilayah tersebut.

Dalam konteks ini, para politisi yang mendukung agenda yang kontroversial tersebut, termasuk Ben-Gvir, mendorong Israel untuk “mendorong emigrasi sukarela” warga Palestina dari Jalur Gaza. Pernyataan tersebut menciptakan resonansi dengan pernyataan masa lalu yang telah menuai kecaman keras dari Amerika Serikat (AS), sekutu dekat Israel, dan komunitas internasional yang lebih luas.

Kehadiran senjata api di antara beberapa peserta aksi dan penjualan kaos bertuliskan “Gaza adalah bagian dari tanah Israel” oleh para pedagang di sekitar lokasi aksi, menambah kompleksitas situasi dan menunjukkan tingkat ketegangan yang tinggi.

Para pembicara yang mengisi acara aksi massa tersebut, yang dihadiri oleh anggota partai politik yang mendukung Netanyahu serta beberapa menteri kabinet lainnya, secara tegas mendorong Perdana Menteri Israel untuk mewujudkan impian mereka yang kontroversial.

Di sisi lain, pendukung deportasi warga Palestina dari Jalur Gaza, dengan menganggap permukiman Yahudi sebagai satu-satunya cara untuk menjamin keamanan bagi warga Israel, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan negara.

Dalam konteks yang penuh dengan ketegangan dan kontroversi ini, pertarungan antara berbagai kepentingan politik dan keamanan menegaskan bahwa konflik antara Israel dan Palestina masih menjadi isu yang kompleks dan sulit untuk dipecahkan. Dengan demikian, tantangan bagi kedua belah pihak untuk menemukan solusi yang adil dan berkelanjutan semakin mendesak, sementara ketegangan di wilayah tersebut terus berlanjut.

(A/08)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

BGN Moratorium Dapur Baru MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Pemerataan ke Daerah 3T

Nasional

Kejagung Tegaskan Tak Semua SPPG Terlibat Korupsi MBG, Hanya yang Bermasalah Diusut

Nasional

KPK Bongkar Modus Anak Buah Silmy Karim Beli Rumah Pakai Emas Hasil Pemerasan WNA

Nasional

HMI Medan Kritik Kisruh AFF U-19, Minta PSSI Jangan Jadikan Pemda Tumbal Persoalan Anggaran

Nasional

Rico Waas Bangga Film 'Samudera' Karya Anak Medan, Jadi Pemantik Kebangkitan Industri Kreatif Kota

Nasional

Bobby Nasution Dorong Legalisasi 607 Sumur Minyak Rakyat di Langkat, Dukung Swasembada Energi Nasional