Rusia dan China Kompak Serang AS di DK PBB

BITVonline.com - Rabu, 07 Februari 2024 02:41 WIB

SURIAH – Pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada kali ini menjadi panggung di mana tegangnya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan Rusia dan China semakin terasa. Ketegangan ini berkaitan dengan tindakan AS yang dianggap mengganggu stabilitas di Timur Tengah, khususnya dalam konteks hubungan dengan Iran. Pasalnya, AS baru-baru ini melancarkan serangkaian serangan udara di wilayah Irak dan Suriah yang dianggap oleh Rusia dan China sebagai tindakan provokatif dan tidak dapat diterima.

Dilansir oleh AFP pada Selasa (6 Februari 2024), serangan-serangan udara tersebut dilakukan oleh militer AS sebagai tanggapan atas serangan drone yang menewaskan tiga tentara AS di pangkalan militer Yordania pada tanggal 28 Januari sebelumnya. Serangan tersebut menargetkan puluhan sasaran terkait dengan Iran, termasuk unit pasukan elit Iran dan kelompok milisi yang didukung oleh Teheran. Tindakan ini kemudian memicu kekhawatiran di kalangan pengamat bahwa konflik lokal antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza dapat memicu eskalasi menjadi konflik regional yang lebih luas di Timur Tengah.

Reaksi dari Rusia dan China terhadap tindakan AS tidak dapat dianggap remeh. Duta Besar Rusia untuk PBB mengecam serangan-serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak sah dan bertentangan dengan hukum internasional. Sementara itu, Duta Besar China juga ikut mengecam tindakan AS, menyebutnya sebagai pemburukan situasi di Timur Tengah yang telah dipenuhi oleh kekerasan dan ketidakstabilan.

Tidak hanya sebagai kritik terhadap tindakan AS, kedua negara tersebut juga menyoroti implikasi yang lebih luas dari konflik ini terhadap stabilitas regional. Mereka khawatir bahwa tindakan AS dapat mengubah dinamika keamanan di Timur Tengah dan memperbesar kemungkinan terjadinya konflik yang lebih besar di kawasan tersebut. Selain itu, mereka juga menyoroti potensi dampak negatifnya terhadap upaya perdamaian di kawasan tersebut, termasuk upaya untuk menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina.

Tidak hanya menjadi platform di mana ketegangan geopolitik terungkap, pertemuan DK PBB kali ini juga menjadi momen penting bagi komunitas internasional untuk mencari solusi yang dapat menghindari eskalasi konflik yang lebih lanjut di Timur Tengah. Meskipun terdapat perbedaan pandangan yang jelas antara AS dengan Rusia dan China, penting bagi semua pihak untuk menemukan titik kesepakatan yang dapat menghormati kedaulatan dan keamanan semua negara di kawasan tersebut.

Dengan demikian, pertemuan DK PBB kali ini bukan hanya menjadi ajang konfrontasi politik antara kekuatan besar dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi upaya diplomasi internasional dalam menyelesaikan konflik yang kompleks dan berpotensi merusak stabilitas global.

(A/08)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Pengungsi Bencana Tandihat di Huntara: Nyaman Tapi Rindu Rumah Sendiri

Nasional

Kemnaker Fokus Penguatan Sistem Hubungan Industrial Tahun 2026 untuk Lindungi Pekerja

Nasional

Kementerian Sosial Salurkan Bantuan Jaminan Hidup untuk Korban Banjir dan Longsor di Padangsidimpuan

Nasional

Hukuman Mati ABK Sea Dragon Medan Jadi Sorotan, Menteri Natalius Pigai: Bertentangan dengan Hak Asasi Manusia

Nasional

Tangis Ibunda ABK Sea Dragon Medan yang Dituntut Hukuman Mati: Saya Tidak Rela, Tidak Ikhkas!

Nasional

BRI Salurkan Dana Tunggu Hunian Rp1,8 Juta untuk 418 Warga Desa Hutagodang Terdampak Bencana